Penyakit yang Sering Menyerang Ternak Kuda

Penyakit yang Sering Menyerang Ternak Kuda

Salah satu hal yang harus dihadapi oleh peternak adalah penyakit yang menyerang hewan ternak, baik penyakit karena infeksi atau penyakit noninfeksi.

Karena hewan yang sakit dapat menurunkan profit yang seharusnya dihasilkan, bahkan beberapa penyakit dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani dengan serius.

DOWNLOAD PDF – Beberapa Penyakit yang Sering Menyerang Ternak Kuda

Oleh karena itu, peternak harus cepat tanggap dalam melakukan penanganan, baik penanganan konvensional maupun melalui bantuan pelayanan dokter hewan.

Selain itu, peternak juga harus melakukan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin. Dengan mengetahui beberapa ciri dan gejala yang ditimbulkan, peternak diharapkan dapat meminimalisisr terjadinya sakit yang lebih parah atau kematian pada hewan ternaknya.

Pada artikel ini, akan dibahas beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kuda.

Selain karena perawatannya yang lumayan sulit, harga kuda di pasaran juga cenderung mahal dan dagingnya juga jarang dimanfaatkan atau dikonsumsi oleh masyarakat.Kuda merupakan hewan ternak non ruminansia yang jarang dikembangbiakkan oleh masyarakat Indoneisa.

Biasanya kuda digunakan sebagai angkutan konvensional di beberapa tempat wisata. Meskipun begitu, Populasi kuda di Indonesia terus mengalami peningkatan secara bertahap.

Perhitungan populasi kuda dari kementerian pertanian (Kementan) menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah populasi kuda di Indonesia dari tahun 2013-2017. Yaitu 434.208 ekor pada tahun 2013 dan 442.602 ekor pada tahun 2017. (Dirjen Peternakan dan Kesehatan hewan, 2017)

1. Kolik

Kolik merupakan gejala sekunder yang disebabkan oleh gangguan di dalam rongga perut, baik berasal dari gastrointestinal (saluran pencernaan) maupun organ lain yang mengalami gangguan.

Kuda merupakan herbivora non ruminansia yang memiliki anatomi pencernaan yang berbeda. Lambung pada kuda berukuran kecil, sehinnga ketika makan lambung cenderung penuh dengan makanan tanpa ruang udara yang cukup.

Selain itu, kuda juga memiliki pylorus yang berada di antara colon dorsal (atas) dan colon ventral (bawah), sehingga kemungkinan pylorus terjepit sangat besar.

Kolik merupakan penyakit yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan kematian pada kuda dalam hitungan jam saja. Kondisi kuda yang terserang kolik sangat sering dijumpai pada kuda pacu.

Dalam penanganannya, ketepatan diagnosa sangat diperlukan. Karena beberapa penyakit lain menunjukkan gejala yang hampir mirip dengan kolik.

Oleh karena itu, diagnosa secara seksama harus diterapkan. Baik dari pemeriksaan awal (anamnesa), pemeriksaan lanjutan, maupun pemeriksaan melalui laboratorium veteriner.   Terdapat satu factor yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembagan kuda, yaitu adalah pakan. Pemberian pakan yang cukup dan bergizi tinggi membuat kuda sehat dan terhindar dari stress.

Baca juga : ” Gejala Rabies pada Hewan dan Manusia “

2. Parasit

Parasit merupakan agen yang menyebabkan terjadinya penyakit. Sebut saja Trypanosoma evansi yang merupakan agen penyebab penyakit Surra.

Penyakit Surra dapat menunjukkan beberapa gejala pada host seperti abortus hingga kematian. (Nur, 2017). Untuk itu, diperlukan perhatian yang lebih pada ternak kuda, khususnya kebersihan kandang.

3. Bloat

Kembung merupakan penyakit yang umum dijumpai pada ternak herbivore. Seperti ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba maupun ternak non ruminansia seperti kuda dan babi.

Kembung merupakan kondisi di mana di dalam lambung terdapat terlalu banyak gas. Gas di dalam lambung merupakan manifestasi dari pemberian hijauan yang masih basah, pemberian pakan dengan mencampurkan konsentrat dengan air ‘Glonggongan’.

Pada sapi, kembung dapat disebabkan karena aktivitas bakteri di dalam rumen yang melebihi batas. Apabila kembung sudah parah, maka jalan terakhir adalah dengan melubangi lambung menggunakan alat yang disebut dengan trocar.

4. Influenza

Flu kuda atau yang dikenal dengan Equine Influenza (EI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza sendiri dibedakan menjadi tipe A, tipe B, dan tipe C.

Di mana peran terbesar dalam pathogenesis disebabkan oleh virus tipe A. Sedangkan tipe B dan tipe C kurang berperan dalam pathogenesis, karena hanya dapat diisolasi dari manusia.

Gejala yang paling mudah ditemukan pada kuda yang terserang EI adalah terjadinya pireksia atau suhu tubuh yang tinggi. Di mana suhu tubuh dapat mencapai 39-41 derajat celcius.

Penularan Equine Influenza (EI) dapat terjadi melalui kontak secara langsung dari manusia ke hewan, maupun dari hewan ke hewan.

Umunya virus menular melalui perantaraan udara atau melalui muntahan. Untuk lebih jelasnya, baca artikel berikut ini mengenai Equine Influenza : artikel belum dipublikasikan

Baca juga : ” Penyebab Ringworm pada Hewan : Penyebab, Phatogenesis, dan Gejala “

5. Diare

Seperti kembung atau bloat, diare merupakan penyakit umum yang sering menyerang hewan ternak seperti kuda. Diare dapat disebabkan karena berbagai factor, terutama pakan. Kebersihan pakan patut dijaga untuk menghindarkan ternak kuda dari diare.

Gejala klinis yang dapat dilihat adalah malaise (lemah dan lesu), feses yang lembek, jika sudah parah kuda akan terkencing-kencing karena keskitan pada bagian abdomen.  

Kesimpulan

Penyakit di atas adalah beberapa penyakit umum yang sering ditemukan pada ternak kuda. Masih ada banyak penyakit lain yang terus mengintai kesehatan hewan ternak dan membuat para peternak menjadi resah.

Oleh karena itu, mari tingkatkan kesehatan hewan melaui kebersihan pakan dan kebersihan kandang. Dengan sanitasi kandang yang baik dan benar, juga perawatan ternak yang bagus, resiko terjadinya hewan sakit dapat diminimalisir.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bermanfaat bagi sesama.

Baca juga : ” Botulismus : Penyebab, Gejala, dan Phatogenesis “

Daftar Pustaka :

  • Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2017. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian RI
  • Nur, Besse Radita Dewisari. 2017. DETEKSI Trypanosoma evansi PADA KUDA ( Equss caballus ) DI KABUPATEN WAJO. Universitas Hasanuddin : Fakultas Kedokteran Hewan
  • Triakoso, N. 2009. Aspek Klinik dan Penularan pada Pengendalian Penyakit Ternak. Universitas Airlangga : Departemen Klinik Veteriner PKH