Cara Pemberian Pakan pada Sapi agar Gemuk

Cara Pemberian Pakan pada Sapi agar Gemuk

Daging merupakan sumber makanan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Banyaknya permintaan akan daging segar membuat harga daging semakin mahal. Terutama daging sapi.

Hal tersebut dikarenakan Negara kita belum mampu mencukupi kebutuhan daging sapi. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia masih harus melakukan import daging sapi dari luar negeri.

Peternak harus belajar lebih banyak lagi mengenai bagaimana cara memelihara sapi dengan baik, seperti pemberian pakan pada sapi.

Sehingga kualitas dan kuantitas produksi yang dihasilkan dapat tercapai dengan maksimal, yang akan berdampak pada kesejahteraan rakyat Indonesia.

DOWNLOAD PDF – Tips Pemberian Pakan pada Sapi

“Ketersediaan produksi daging sapi lokal pada tahun 2018 belum mencukupi kebutuhan nasional,” kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita dalam siaran pers yang diadakan tanggal 15 Februari 2018.

Hal tersebut membuktikan produktivitas ternak sapi di Indonesia masih kurang. Sehingga harus dilakukan berbagai penyuluhan mengenai kesehatan ternak maupun pemberian pakan pada ternak di Indonesia. Ternak merupakan hewan yang sengaja dipelihara untuk didapatkan keuntungannya. Seperti daging, susu, kulit, maupun kotoran ternaknya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, tentu saja perlakuan terhadap ternak juga harus maksimal.

Pemberian pakan yang cukup merupakan dasar bagi peternak untuk mendapatkan kondisi ternak yang sehat.

Selain itu, sanitasi kandang dan kebersihan ternak juga berpengaruh besar terhadap perolehan produksi yang maksimal.

A. Pengertian Pakan

Pakan merupakan semua yang dapat diberikan kepada hewan tanpa mengganggu kesehatannya dan dapat memberikan energi untuk tumbuh kembangnya.

Peracikan makanan tergantung dari bahan makanan yang digunakan. Bahan makanan sendiri terbagi menjadi bahan organik dan bahan anorganik.

Bahan organik adalah bahan yang terkandung dalam makanan itu sendiri, seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan bahan anorganik adalah mineral, baik mineral makro maupun mineral mikro.

Baca juga : ” Penyakit Berak Darah (Koksidiosis) pada Ayam “

B. Klasifikasi Bahan Pakan

Sebelum mengetahui tips peternak mengenai pemberian pakan, bahan pakan sendiri dibedakan menjadi delapan kelas, yaitu :

Kelas 1 (Hijauan Kering dan Jerami)

Hijauan pakan yang dikeringkan disebut dengan Hay, yang memiliki kadar air sebesar 20-30% saja. Sedangkan jerami adalah hasil sisa dari tanaman panen. Seperti jerami padi, jerami jagung, dan jerami kacang-kacangan.

Kelas 2 (Hijauan Segar)

Berbeda dengan hijauan kering, hijauan segar memiliki kadar air sekitar 65%. Seperti Lamtoro, Gamal, dan Enceng Gondok.

Kelas 3 (Silase)

Silase merupakan bahan makanan ternak yang diawetkan dengan kondisi anaerob dan suasana asam. Pengawetan dilakukan dengan metode fermentasi. Biasanya dilakukan untuk persiapan menuju musim kemarau.

Kelas 4 (Sumber Energi)

Yaitu jenis bahan makanan yang memiliki protein kasar kurang dari 18%. Seperti Biji Jagung, Ampas kecap, dan Dedak Padi.

Kelas 5 (Sumber Protein)

Yaitu jenis bahan makanan yang memiliki protein kasar lebih dari 18%. Seperti Bungkil kedelai, Bungkil kelapa, Tepung ikan, dan Tepung kepiting.

Kelas 6 (Sumber Mineral)

Jenis bahan makanan yang mengandung mineral. Baik mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak oleh tubuh (Mineral Makro) seperti Ca (Calsium), P (Phospor), Mg (Magnesium), K (Kalium), Na (Natrium), maupun mineral yang dibuthkan dalam jumlah sedikit oleh tubuh (Mineral Mikro) seperti Fe (Ferum), Zn (Zink), dan Mn (Mangan).

Kelas 7 (Sumber Vitamin)

Jenis bahan makanan yang mengandung sumber vitamin. Seperti vitamin A, D, dan E yang terkandung dalam minyak ikan maupun vitamin K.

Kelas 8 (Tambahan Makanan/Feed Additive)

Yaitu tambahan makanan yang ditujukan untuk meningkatkan kesehatan ternak. Seperti hormone, antibiotic, dan obat-obatan.   Perlu diketahi, bahwa sapi merupakan hewan ruminansia yang memiliki 4 lambung, yaitu rumen, reticulum, omasum dan abomasum yang merupakan lambung sejati.

Sapi memiliki kebiasaan memuntahkan dan mengunyah kembali makanan yang telah ditelan. Hal itu dinamakan dengan proses ruminasi. Yang terdiri dari regurgitasi (Pemuntahan kembali), remastikasi (Pengunyahan kembali), resalivasi (Pemberian saliva kembali), dan reswallowing (Penelanan kembali).

Tujuan dari ruminasi sendiri yaitu untuk membuat makanan menjadi lebih lunak. Karena pada tumbuhan terdapat lignin yang membuat teksturnya menjadi keras. Sehingga perlu dilakukan ruminasi untuk melunakkan makanan.

Baca juga : ” Perbedaan Hewan Ruminansia dan Nonruminansia “

C. Tips Pemberian Pakan pada Sapi

Setelah mengetahui klasifikasi bahan pakan dan kebiasaan sapi. Berikut adalah beberapa tips cara memelihara sapi dengan baik, yaitu dengan memaksimalkan pemberian pakan pada sapi itu sendiri :

1. Usahakan diberikan konsentrat terlebih dahulu sebelum pemberian hijauan

Hal tersebut dilakukan agar bakteri di dalam rumen tidak memakan nutrisi yang terdapat pada hijauan. Sehingga nutrisi yang didapatkan lebih banyak.

2. Pemotongan hijauan dilakukan ketika sudah ada sinar matahari

Pemotongan rumput atau hijauan segar sebaiknya sekitar jam 7 pagi.

Hal itu ditujukan agar ternak tidak kembung, karena hijauan yang dipotong di pagi hari mengandung embun yang banyak. Lebih baik lagi, hijauan yang sudah dipotong diangin-anginkan terlebih dahulu.

3.  Sediakan air dengan cukup

Penyediaan air secara cukup ditujukan agar ternak tidak mengalami dehidrasi. Dalam dunia peternakan, istilah pemberian air secara terus menerus disebut dengan adlibitum. Jadi, sediakan air secara adlibitum.

4. Berikan perasa makanan ternak secukupnya

Perasa makanan ternak atau tetes membantu meningkatkan nafsu makan ternak.

Baca juga : ” UMB dan UMMB sebagai Suplemen Ternak Ruminansia “

5. Potong makanan dengan chopper

Pemotongan makanan atau hijauan dengan mesin lebih efisien. Karena ternak tidak perlu lagi susah payah mengunyah dan memotong makanan menjadi potongan kecil.

Sehingga waktu makan lebih cepat. Chopper sudah tersedia di berbagai toko ternak dan pertainan maupun toko online.

6. Perhatikan kebersihan pakan

Peletakan pakan hendaknya diperhatikan, yaitu minimal 1 meter dari lantai kandang. Hal tersebut ditujukan untuk menghindari baketeri di lantai, feses, maupun urine mencemari pakan sapi yang kamu simpan.    

D. Kesimpulan

Bagaimanapun juga, pengetahuan mengenai pakan sangat penting bagi peternak. Karena pakan merupakan sumber pertumbuhan dan perkembangan sapi.

Apabila manajemen pemberian pakan dan manajemen kandang bagus, maka sapi dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Terima kasih telah membaca tips pemberian pakan pada sapi, semoga membantu kamu dalam mengembangkan peternakan yang lebih profesional lagi.

Daftar Pustaka :

  • Kontan.co.id. 2018. Kemtan: Produksi daging lokal 2018 belum penuhi kebutuhan domestik. https://industri.kontan.co.id/read/2019/07/24/kemtan-produksi-daging-lokal-2018-belum-penuhi-kebutuhan-domestik
  • Lekuyu, Ben. 2019. Feeding Dairy Cattle in East Africa. East africa Dairy Development project (EaDD) ISBN: 92–9146–272–1