Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Rumput Setaria, Hijauan Pakan Ternak Bernutrisi

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai rumput setaria. Hijauan pakan ternak yang kaya akan nutrisi. Rumput setaria dikenal dengan sebutan rumput Golden Timothy berasal dari Afrika tropik dan memilki siklus hidup parenial. Rumput setaria merupakan tanaman yang dapat membentuk rumpun yang lebat, kuat, dengan atau tanpa stolon dan rhizoma (Leksono dan Ibrahim, 2019). Rumput setaria memiliki nama latin Setaria sphacelata. Berikut adalah klasifikasi rumput setaria :

A. Klasifikasi Rumput Setaria

  • Phylum : Spermatophyta
  • Sub phylum : Angiospermae
  • Class : Monocotyl
  • Ordo : Glumiflora
  • Family : Graminae
  • Sub Family : Panicoldea
  • Genus : Setaria
  • Spesies : Sphacelata
kandungan nutrisi rumput setaria
Rumput Setaria (Setaria sphacelata)

B. Kandungan Nutrisi Rumput Setaria

Setaria merupakan salah satu hijauan pakan ternak atau rumput yang tergolong unggul. Rumput setaria memiliki kualitas yang baik, hal tersebut dapat dilihat dari tingkat pertumbuhan, produktivitas hasil panen, maupun nutrisi yang terkandung di dalam rumput. Produksi berat segar rumput setaria dapat mencapai 100-110 ton/ha/tahun. Berikut adalah nilai nutrisi yang terkandung dalam rumput setaria (Sagita et al, 2017) :

Kandungan GiziPersentase
Protein Kasar (PK)6-7 %
Serat Kasar42 %
Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN)36,1 %
Lemak2,8 %
Abu11,5 %
Ekstrak Eter2 %
Total Digestible Nutrient (TDN)52, 88 %

Tabel Persentase Kandungan Nutrisi Rumput Setaria

Pada kondisi yang baik satu rumpun rumput setaria biasanya menghasilkan ratusan batang, dengan waktu pertumbuhan kembali (regrowth) setelah dipotong sangat cepat namun seiring dengan bertambahnya umur rasio batang dan daun cepat meningkat kandungan nutrisi pada rumput setaria juga akan menurun (Riyani, 2017).

C. Cara Penanaman Rumput Setaria

Terdapat tiga teknik dalam melakukan penanaman rumput setaria, di antaranya adalah penyebaran benih, penanaman beih dalam garita, dan penanaman dengan sobekan rumput (Suryani, 2020).

  1. Penanaman rumput setaria dengan penyebaran benih dapat dilakukan dengan cara penyebaran benih rumput secara langsung di atas permukaan tanah, kemudian dilakukan penutupan dengan lapisan tanah yang tipis. Dengan metode ini, benih yang dibutuhkan yaitu sekitar 5-10 kg/hektar lahan.
  2. Penanaman benih rumput setaria dalam garitan dilakukan dengan cara pembuatan garitan pada tanah dengan kedalaman 2-3 cm. Kemudian benih disebar dalam garitan dan ditutup kembali menggunakan tanah. Jarak garitan satu dengan garitan yang lain yaitu sekitar 50 cm. Sehingga benih yang dibutuhkan untuk metode ini adalah 2-3 kg/hektar.
  3. Penanaman bibit rumput setaria dengan metode sobekan rumpun dilakukan dengan cara menanmkan bibit rumput setaria di dalam lubang tanam sedalam 10-15 cm. Jarak penanaman yang disarankan adalah 50 x 50 cm. Sehingga sobekan rumpun yang dibutuhkan sekitar 40.000 sobekan/hektar. Setelah itu, tanah dapat dipadatkan agar sobekan tidak roboh. Duan pada bagian atas dipotong untuk meminimalisir penguapan yang berlebihan.

D. Panen Rumput Setaria

Pemanenan rumput setaria dapat dilakukan ketika tanaman sudah berumur 35 – 40 hari dan ketinggian rumput telah mencapai sekitar 90 cm. Tinggi pemotongan dapat dilakukan antara 10 – 15 cm dari permukaan tanah. Pemotongan saat panen juga dapat dilakukan untuk memperbanyak anakan baru dari rumpun induk. Pemanenan ini dilakukan dengan cara memotong rumput-rumput tersebut. Sebaiknya, tahap pemanenan ini dilakukan saat masa pertumbuhan vegetatif atau sebelum rumput menghasilkan bunga (Suryani, 2020).

E. Kelemahan Rumput Setaria

Rumput setaria mengandung zat anti nutrisi, yaitu asam oksalat. Kamu dapat membaca artikel mengenai 8 Zat Antinutrisi pada Pakan Ternak. Dalam artikel tersebut, Merupakan zat antinutrisi yang dapat ditemukan pada rumput tropika, Setaria sp, dan Indigofera spicata. Asam oksalat yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengalami hypocalcemia. Yaitu defisiensi calcium (Ca) dalam darah. Selain itu, kandungan asam oksalat dalam rumen dapat menghambat proses penyerapan zat-zat makanan dalam rumen.

Level oksala pada setaria sering kali melebihi 5% terutama pada umur panen yang relatif muda. Nah, salah satu cara untuk menurunkan kadar asam oksalat dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode silase. Selain asam oksalat yang menurun, kandungan nutrisi rumput setaria juga akan meningkat dengan pemberian beberapa tambahan dalam pembuatan silase.

Silase adalah proses pengolahan hijauan yang disimpan dalam keadaan segar. roses pengawetan silase dilakukan di dalam tempat anaerob (bebas oksigen) dengan tujuan supaya mikroorganisme yang berada pada tumbuhan dapat melakukan metabolisme.

Baca juga artikel mengenai : “Metode Pengawetan Pakan Ternak”

Daftar Pustaka :

  • Laksono, J., & Ibrahim, W. 2019. Analisis Kuantitatif Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Setaria (Setaria Spendida Staft) Pada Berbagai Dosis Pupuk Nitrogen. Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science), 3(2), 88-93.
  • Riyani, R. 2017. SKRIPSI : EVALUASI PEMBERIAN DEKANTER SAWIT DAN BEBERAPA HIJAUAN TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KAMBING PERANAKAN ETAWAH (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS JAMBI).
  • Sagita, R., Asril, A., & Delima, M. 2017. Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar Rumput Setaria (Setaria sphacelata) dengan Aplikasi Mikoriza Arbuskula pada Level Berbeda. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 2(4).
  • Suryani, 2020. Budidaya Rumput Setaria (Setaria sphacelata). Diakses pada laman cybex.pertanian.go.id pada tanggal 1 September 2022 – Jawa Timur Indonesia.
Gigih Fikrillah S
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 157

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *