Mengenal 8 Zat Antinutrisi Pakan Ternak

Mengenal 8 Zat Antinutrisi Pakan Ternak

zat antinutrisi pakan ternak

Ada berbagai zat antinutrisi pakan ternak, seperti alkaloid, coumarin, isoflavon, mimosin, glikosida, lignin dan silika, asam oksalat, serta phenol. Tumbuhan yang mengandung zat antinutrisi pakan ternak seperti biji kapas dan lamtoro patut diwaspadai.

Pada umumnya, pakan yang kamu berikan ke ternak mengandung berbagai nutrisi yang berguna bagi pertumbuhan dan perkembangannya.

DOWNLOAD PDF – Mengenal 8 Zat Antinutrisi Pakan Ternak

Ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba membutuhkan hijauan seperti rumput dan dedaunan untuk memenuhi kebutuhan pakannya. Sebagai makhluk hidup, tumbuhan yang dikonsumsi oleh hewan ternak juga memiliki sistem pertahanan dari gangguan luar.

Beberapa tumbuhan dapat menghasilkan senyawa tertentu untuk melindungi dirinya. Bagi tumbuhan memang menguntungkan, namun bagi ternak tentu saja merugikan. Karena dapat mengganggu kesehatan mereka. Senyawa itulah yang dinamakan dengan istilah antinutrisi.

Pada artikel kali ini, mari kita bahas mengenai apa itu antinutrisi dan apa saja zat antinutrisi yang terkandung di dalam pakan ternak. Cuss        

A. Pengertian Antinutrisi

Zat antinutrisi pakan ternak merupakan senyawa berbahaya yang terkandung dalam pakan. Senyawa tersebut berasal dari metabolit sekunder yang dihasilkan oleh tumbuhan di samping metabolit primer.

Metabolit primer yang dihasilkan oleh tumbuhan berupa protein, lemak, pati, polisakarida, dan hemiselulosa.

Sedangkan metabolit sekunder yang dihasilkan adalah senyawa antinutrisi yang apabila dikonsumsi dalam jumlah lebih dapat mengganggu kesehatan ternak, seperti gangguan pertumbuhan dan tingkah laku hewan.

Baca juga : ” Tips Usaha Ternak Burung Lovebird hingga Sukses “

B. Contoh Senyawa Antinutrisi

Terdapat banyak contoh zat antinutrisi pakan ternak yang harus kamu ketahui. Hal itu penting bagi kamu supaya dapat membuat pakan yang berkualitas. Yaitu dengan melihat gizi yang terkandung di dalam bahan pakan, maupun zat antinutrisinya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, zat antinutrisi merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan oleh tumbuhan. Metabolit sekunder tersebut di antaranya adalah :

antinutrisi pakan ternak

1. Alkaloid

Alkaloid terdiri dari kokain, kafein, morfin, heroin, nikotin, kinin, atropin, tiramin, theobromin, solanin, phylloerithrin, dan pyrrolizidine. Theobromin merupakan zat antinutrisi yang sering ditemukan, yaitu pada kulit buah dan kulit biji cokelat. Begitu juga dengan nikotin yang terkandung di dalam daun tembakau.

Ternak yang mengkonsumsi theobromin terlalu banyak akan mengalami kondisi kejang dan berujung pingsan, karena berefek langsung pada peningkatan frekuensi detak jantung.

Zat lainnya adalah phylloerithrin yang terkandung di dalam Lantana camara (tembelekan), dan pyrrolizidine yang terkandung di dalam Crotalaria.

Pyrrolizidine dapat mengakibatkan keracunan pada ternak yang memakannya, begitu juga dengan phylloerithrin yang dapat menyebabkan fotosensitiasi dermatitis pada ternak.  

2. Coumarin

Coumarin merupakan zat antinutrisi pakan ternak yang terdapat pada tanaman sweet cloverGliricidia maculata”. Senyawa ini bisa membuat ternak mengalami defisiensi (kekurangan) vitamin K. Karena bersifat antagonis terhadap vitamin tersebut.  

3. Isoflavon

Bagi tumbuhan, isoflavon berguna sebagai cadangan nutrisi. Isoflavon terdiri dari pisatin, medicagol, coumestrol, phaseolin, equol, genistein, lucernal, repensol, trifoliol, dan biokanin A yang terdapat pada rumput benggala.

Berbagai zat isoflavon tersebut dapat bisanya terkanung di dalam leguminosa. Zat-zat tersebut dapat menyebabkan kemandulan pada domba.  

4. Mimosin

Senyawa mimosin bersifat toksik bagi hewan ternak. Karena dapat mengakibatkan depilasi (kerontokan bulu pada permukaan kulit).

Mimosin dapat ditemukan dengan mudah pada daun lamtoro. Tingkat kandungan mimosin di dalam daun lamtoro ditentukan oleh kematangan tumbuhan tersebut.

Baca juga : ” Bahaya Cacing Hati pada Sapi “

5. Glikosida

Metabolit sekunder yang harus kamu ketahui selanjutnya adalah golongan glikosida, seperti flavonoid glicosides, cyanogenic glicosides (HCN atau asam sianida), thyoglicosides, dan saponin.

Senyawa antinutrisi golongan glikosida yang paling sering dijumpai adalah saponin, yaitu pada tumbuhan alfalfa, kacang tanah, turi, dan daun gamal.

Efek saponin yang ditimbulkan pada ternak adalah gangguan pencernaan. Karena menyebabkan iritasi mukosa mulut dan saluran pencernaan sehingga absorbsi terganggu. Hewan ternak yang diberikan pakan dengan kandungan saponin tinggi pertumbuhannya terhambat.

Karena tumbuhan yang mengandung saponin memiliki rasa pahit, sehingga palatabilitas pakan terganggu dan terjadi gangguan pertumbuhan. Lebih mengerikan lagi, saponin juga dapat menyebabkan abortus, kegagalan pembentukan zigot, dan kegagalan implantasi.

Namun, baru-baru ini diketahui bahwa saponin juga memiliki manfaat bagi ternak. Yaitu sebagai zat anti protozoa. Karena kemampuannya membentuk kompleks ireversibel dengan steroid pada dinding sel protozoa.

Sehingga membran sel protoza dapat hancur.   Saponin sering dimanfaatkan oleh manusia sebagai zat antivirus, antifungi (anti jamur), dan zat penurun kolesterol, serta dapat digunakan untuk menghambat sel tumor. (Yanuartono, 2017)

Zat antinutrisi lain golongan glikosida adalah HCN yang terdapat pada tanaman sorgum dan ketela pohon. HCN merupakan senyawa yang berbahaya, baik bagi ternak maupun manusia. Ternak yang mengkonsumsi asam sianida dengan jumlah banyak akan mengalami kematian dalam beberapa detik saja.

Bahkan domba dengan bobt 12 kg akan mati mendadak jika mengkonsumsi pakan yang mengandung sianida 250 gram. Itu membuktikan bahwa asam sianida sangat berbahaya.

Dosis aman HCN pada tumbuhan adalah di bawah 500 ppm (part per million). Kadar HCN dalam tanaman dapat dikurangi dengan perlakuan mekanis dan kimiawi, seperti pelayuan, pengeringan, dan penambahan thio sulfat.

HCN juga merupakan senyawa yang mudah larut dan menguap dengan penambahan air. Oleh karena itu, ternak yang keracunan asam sianida jika diberi air akan lebih mudah mengalami kematian.  

6. Lignin dan Silika

Jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat menyebabkan penurunan laju degradasi pada rumen ternak.  

7. Asam Oksalat

Merupakan zat antinutrisi yang dapat ditemukan pada rumput tropika, Setaria sp, dan Indigofera spicata. Asam oksalat yang dikonsumsi secara berlebihan dapat mengalami hypocalcemia. Yaitu defisiensi calcium (Ca) dalam darah.  

8. Phenol

Zat antinutrisi golongan phenol terdiri dari Gossypol (Gosipol) dan Tannins (Tanin).  Gossypol dapat ditemukan dalam biji kapas. Dapat menyebabkan keracunan karena terakumulasi ke dalam berbagai jaringan, terutama hati.    

C. Kesimpulan

Zat antinutrisi pakan ternak merupakan sesuatu yang harus diketahui, baik oleh peternak maupun dokter hewan. Karena manajemen pakan yang baik adalah kunci sukses membangun peternakan yang sukses.

Terdapat berbagai zat antinutrisi yang terkandung dalam berbagai macam tumbuhan juga. Dengan mengetahui antinutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan, kamu dapat menghindarkan tenak kamu dari hal yang tidak diinginkan.

Terima kasih telah membaca artikel mengenai macam-macam zat antinutrisi yang terkandung dalam pakan hewan. Semoga membantu kamu dalam mewujudkan cita-cita.

Baca juga : ” Penyakit BEF (Demam Tiga Hari) pada Sapi “

Daftar Pustaka :

  • Muhatarom. 2013. Formulasi Sediaan Depilator dari Ekstrak Etanolik Daun Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala) dan Uji Iritatif pada Kelinci. Yogya : Universitas Gadjah Mada.
  • Yanuartono., dkk. 2017. Saponin : Dampak Terhadap Ternak (Ulasan). Yogya : Universitas Gadjah Mada.