Informasi kesehatan hewan kesayangan seperti anjing dan kucing, serta berbagai hewan ternak meliputi sapi, kambing, domba, ayam dan lainnya. Berbagai teknologi pemberian pakan untuk kesehatan hewan ternak juga dibahas dalam website ini.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

5 Tips Menjaga Kesehatan Kucing

Bagi saya memiliki kucing adalah sebuah hal yang menyenangkan. Selain saya ajak bermain, biasanya kucing juga saya ajak berbicara, entahlah rasanya seperti dia memahami perkataan saya. Bagaimana dengan kamu ? Hehe

Sebagai hewan peliharaan, kucing sangat berguna untuk menjaga mental health kita. Setelah lelah melakukan aktivitas sehari-hari, rasanya bertemu si anabul kesayangan menjadi momen yang sangat menyenangkan.

DOWNLOAD PDF – Tips Menjaga Kesehatan Kucing

Lalu, bagaimana jika di masa pandemi seperti sekarang ini ? Notabene masyarakat banyak yang bekerja dari rumah alias WFH – Work from Home. Tentu saja kucing bisa menemani kamu bekerja secara langsung. Walaupun kadang mengganggu dan menyebalkan, tetapi tetap menggemaskan.

Seperti saya sendiri, lelah kuliah dan mengerjakan tugas seharian di depan laptop. Time to play with Timy, Nana, dan Ameng. Mata pun terasa bening kembali. Hehe

Topik mengenai tips menjaga kesehatan kucing sebenarnya sudah banyak dibicarakan di berbagai forum. Namun, kali ini mari kita bahas sedikit lebih detail bagaimana cara menjaga kesehatan kucing kesayangan kamu. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan kucing :

1. Mencukupi Kebutuhan Makan dan Minum

Kebutuhan makan dan minum merupakan kebutuhan dasar yang berguna untuk menunjang kehidupan seekor kucing. Kamu bisa memberikan makanan dengan kualitas gizi yang baik, dan tentunya mudah dicerna.

Kucing adalah hewan karnivora yang suka makan daging, ikan, dan berbagai sumber makanan hewani yang lain. Berbeda umur kucing, berbeda juga jenis makanan yang harus diberikan. Karena, pada dasarnya kitten membutuhkan nutrisi yang lebih banyak dibandingkan kucing dewasa. Begitu juga kucing betina yang sedang bunting.

Berikut adalah beberapa kebutuhan nutrisi kucing sesuai keadannya, mulai dari kitten, kucing dewasa, kucing tua, dan kucing bunting.

a. Kucing Kecil (Kitten)

Pada umumnya, anak kucing mengkonsumsi susu dari induknya hingga usianya mencapai 8 bulan. Masa ini dinamakan dengan istilah ‘Diet Lacteal’. Bersamaan dengan hal itu, anak kucing bisa diperkenalkan makanan secara bertahap mulai umur 7 minggu.

Seperti anak pada umumnya, anak kucing membutuhkan nutrisi yang lengkap untuk mendukung tumbuh kembangnya. Usahakan makanan kucing mengandung beberapa komponen nutrisi penting seperti protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin.

Kebutuhan vitamin kucing, seperti vitamin A, D, E, K, dan B harus diberikan agar metabolisme berlangsung lancar. Namun, pemberian vitamin tidak boleh berlebihan karena bisa menimbulkan berbagai penyakit, seperti rematik pada kaki maupun tulang belakang.

Anak kucing (Kitten) juga membutuhkan makanan yang halus, karena sistem pencernaannya masih labil. Oleh karena itu, pemberian makanan kering pada kitten sebaiknya dihindari. Karena terlalu keras dan kering.

b. Kucing Dewasa

Kucing dewasa membutuhkan makanan yang lebih banyak daripada kucing kecil. Pemberian makanan pada kucing dewasa sudah bisa dilakukan tiga kali dalam satu hari.

Kamu bisa menemukan makanan untuk kucing dewasa di petshop terdekat. Jika kamu bertanya mengenai makanan kucing dewasa, biasanya kamu akan diberi beberapa rekomendasi makanan kucing.

c. Kucing Tua

Kucing tua sudah tidak muda lagi. Mereka umumnya membutuhkan energi yang lebih sedikit dibandingkan kucing dewasa atau kucing muda.

Selain itu, pencernaan kucing tua juga harus diperhatikan, terutama mengenai penyakit akibat pemberian pakan seperti FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Desease) pada kucing.

Oleh karena itu, sebaiknya kamu pandai mengkombinasikan pemberian makanan basah dan makanan kering untuk kucing tua kesayangan kamu.

Baca juga : ” FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Desease) pada Kucing “

d. Kucing Bunting

Kebutuhan makanan dan nutrisi untuk kucing yang sedang bunting perlu diperhatikan. Kucing bunting umumnya membutuhkan makanan dengan protein tinggi dan vitamin yang cukup. Selain itu, pemberian makanan juga bisa disesuaikan dengan kemauan si kucing, sedikit namun lebih sering.

Perlu kita ketahui, bahwa pada umumnya ada berbagai jenis makanan kucing yang bisa kita berikan untuk anabul. Yaitu makanan basah, makanan setengah basah, dan makanan kering.

  • Makanan Basah : Biasanya makanan basah kucing dikemas dalam bentuk kalengan. Jika sudah dibuka, maka harus segara dihabiskan. Karena jika dibiarkan terbuka pada suhu ruang, makanan basah tidak segar lagi. Bahkan berjamur atau terkontaminasi bakteri.
  • Makanan Setengah Basah : Makanan setengah basah dibutuhkan oleh kucing dalam keadaan tertentu saja. Misalkan kucing yang sedang sakit.
  • Makanan Kering : Makanan kucing kering adalah makanan kucing yang paling banyak dipasarkan di petshop terdekat. Selain harganya yang murah, makanan kucing kering juga memiliki daya tahan yang cukup lama.

Untuk mengetahui mengenai kelebihan makanan kering dan makanan basah, baca juga artikel mengenai makanan basah vs makanan kering.

Kamu juga bisa melihat berbagai rekomendasi makanan kucing terbaik untuk menemukan makanan yang pas untuk anabul dan dompet kamu.

Dalam hal minuman, kamu bisa memberikan air bersih kepada kucing kesayangan kamu. Jika menggunakan wadah menggenang, usahakan ganti air minum kucing secara rutin agar tidak menjadi tempat hidup bakteri dan jamur.

Karena biasanya setelah makan, kucing akan langsung minum. Sehingga makanan yang ada di rongga mulut akan jatuh dan bercampur dengan air minum.

Saat ini, kita bisa menemukan banyak sekali wadah pakan dan minum kucing dengan jenis yang berbeda, baik yang dijual di toko online maupun di petshop terdekat di kota kamu.

2. Menjaga Kebersihan Tubuh Kucing

Setelah kebutuhan makan dan minum tercukupi dengan baik, tips menjaga kesehatan kucing selanjutnya adalah menjaga kebersihan tubuh kucing. Karena menjaga kebersihan kucing adalah sebuah hal yang wajib untuk dilakukan sobat anabul.

Kamu bisa membersihkan tubuh kucing dengan memandikan kucing secara rutin, membersihkan telinga kucing, dan memotong kuku kucing. Bagi saya, hal tersebut merupakan rutinitas yang sangat menyenangkan untuk dilakukan.

Untuk memandikan kucing, pilihlah shampo kucing yang dengan kualitas baik. Dalam hal ini, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter hewan terdekat di kota kamu. Atau jika kamu ingin memberikan pelayanan terbaik untuk anabul, kamu juga bisa datang ke tempat grooming secara langsung.

Baca juga : ” Cara Memandikan Kucing dengan Benar “

3. Menjaga Kebersihan Kandang Kucing

Menjaga kebersihan kandang kucing sama pentingnya dengan menjaga kebersihan tubuh kucing. Karena kedua hal ini saling berkaitan satu sama lain. Bersihkan kandang kucing secara rutin, begitu juga dengan peralatan lain seperti peralatan makan dan minum kucing.

Karena kandang yang kotor akan menjadi sarang berbagai penyebab penyakit, seperti parasit dan bakteri. Oleh karena itu, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk bermalas-malasan dalam membersihkan kandang. Lets do it sobat

4. Pemberian Vaksin dan Obat Cacing

Pemberian vaksin dan obat cacing penting dilakukan untuk menjaga kesehatan anabul kesayangan kamu. Pemberian vaksin ditujukan agar tubuh kucing membentuk antibodi yang spesifik terhadap virus tertentu. Misalkan ketika kucing terkena virus X, dan kucing tersebut telah divaksin virus X, maka tubuh kucing bisa melawan virus tersebut.

Vaksin yang paling umum diberikan untuk kucing adalah vaksin rabies. Biasanya, kita bisa mendapatkan vaksin rabies secara gratis pada Hari Rabies Sedunia, yaitu setiap tanggal 21 September. Ada banyak sekali klinik hewan yang ikut berpartisipasi dengan memberikan vaksinasi rabies secara gratis pada tanggal tersebut.

Untuk pemberian obat cacing, saya sama sekali tidak menganjurkan kepada kamu untuk memberikan obat cacing sendiri kepada kucing. Waktu itu, dosen saya Prof. Dr. I Komang Wiarsa Sardjana, drh., DEA. bercerita bahwa beliau pernah ditanyai seorang client, mengapa kucing saya muntah-muntah. Ternyata penyebabnya adalah pemberian obat cacing yang keliru.

Perlu diketahui, bahwa setiap jenis cacing memiliki obat cacing khusus. Oleh karena itu, pemberian obat cacing merupakan tindakan kuratif, bukan tindakan preventif. Obat cacing bersifat kontraktif, apabila keliru maka kucing bisa mengalami muntah.

Silakan datang ke dokter hewan terdekat untuk mengetahui apakah kucing kamu cacingan atau tidak, jika cacingan bisa diketahui jenis cacing apa yang menyerang kucing kamu. Sehingga obat yang diberikan tidak keliru.

5. Cek Kesehatan Kucing ke Dokter Hewan

Tips menjaga kesehatan kucing selanjutnya adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan kucing ke dokter hewan secara rutin. Pemeriksan kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kucing kesayangan kamu.

Menjaga kesehatan kucing adalah sebuah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Sebenarnya, tidak hanya kucing saja. Hewan peliharaan lain juga harus dijaga kesehatannya, karena kesehatan hewan peliharaan berkaitan langsung dengan kesehatan owner, yups kesehatan kamu.

Perlu kita ketahui, ada banyak sekali penyakit di dunia ini. Namun, ada satu golongan penyakit yang harus benar-benar menjadi perhatian kita semua. Yaitu penyakit yang tergolong zoonosis alias zoonoses disease.

Zoonosis adalah penyakit-penyakit dan infeksi yang secara alami dapat ditularkan dari hewan-hewan vertebrata ke manusia dan atau sebaliknya. Pengertian tersebut juga mencakup keadaan dimana suatu organisme dapat hidup baik di dalam tubuh manusia maupun tubuh hewan, meskipun organisme tersebut tidak secara umum ditularkan dari yang satu terhadap lainnya.

(Wijayanti, 2010)

Penyakit zoonosis yang umum diketahui pada kucing adalah Scabies yang disebabkan oleh parasit dan Ringworm yang disebabkan oleh jamur. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan anabul kecil dan anabul besar.

Terima kasih telah membaca berbagai tips menjaga kesehatan kucing. Tetap semangat menjalani kehidupan wahai pecinta kucing di seluruh penjuru dunia.

Daftar Pustaka :

  • Wijayanti, T. (2010). Zoonosis. BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA, 20-21.
Drh. Gigih Fikrillah S
Drh. Gigih Fikrillah S

Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan Universitas Airlangga. Berusaha memberikan pelayanan Kesehatan Hewan dengan Fokus pada Pencegahan dan Perawatan secara Holistik.

Articles: 245

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *