Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Kenali Penyakit Chlamydia pada Kucing – Penyebab dan Pengobatan

Penyebab Chlamydia pada kucing adalah bakteri Chlamydophila felis. Jenis ini dapat menyebabkan conjunctivits akut ataupun kronis pada kucing. Pengobatan kausatif untuk infeksi Chlamydophila felis adalah dengan memberikan antibiotik.

Halo sobat pawrents, sudah lama kita tidak membahas mengenai penyakit pada kucing. Nah, kali ini kita akan membahas penyakit yang sudah tidak asing lagi nih di kalangan pecinta kucing. Yaitu penyakit Chlamydiosis yang disebabkan oleh bakteri Chlamydophila felis. Berbicara mengenai chlamydia pada kucing, pada artikel ini kita akan fokus terhadap pokok bahasan penyebab, cara penularan, gejala klinis, diagnosa, pengobatan, pencegahan, dan beberapa fakta mengenai chlamydia pada kucing.

Sebagai pemilik hewan kesayangan, pasti kita ingin agar hewan kesayangan kita sehat. Oleh karena itu, selalu lakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan terdekat agar kesehatan anabul terpantau dan terdata.

A. Penyebab Chlamydiosis Kucing

Penyebab Chlamydiosis pada kucing adalah bakteri Chlamydophila felis. Jenis ini dapat menyebabkan conjunctivits akut ataupun kronis pada kucing. Selain itu, Chlamydia juga dapat menginfeksi sel epitel okuler, saluran respirasi, dan saluran pencernaan secara persisten (Syakes, 2013 dalam Apritya et al, 2022).

Chlamydophila felis adalah bakteri Gram negatif yang merupakan parasit obligat intraseluler kucing. Chlamydophila felis tidak bertahan hidup di luar inang sehingga kontak dekat antara kucing diperlukan untuk penularan. Chlamydiosis biasanya menyerang kucing muda di bawah usia 9 bulan.

Penyakit ini menyebabkan tanda-tanda okular : awalnya unilateral kemudian bilateral dengan conjunctivitis, hiperemia membran nictitan, blepharospasm, sekret okular (awalnya serosa kemudian mukopurulen) dan kemosis.

B. Cara Penularan

Penularan bakteri ini biasanya sangat rawan terjadi pada daerah yang mempunyai populasi kucing yang padat dengan tingkat kebersihan yang rendah. Penularannya sangat mudah, yaitu melalui kontak langsung antara kucing sakit dengan kucing sehat. Selain itu, manusia juga dapat menjadi perantara penularannya.

Oleh karena itu, apabila memegang kucing terinfeksi Chlamydophila felis, segera cuci tangan dengan sabun sebelum memegang kucing lain yang sehat.

C. Gejala Klinis

Penyakit mata unilateral dapat terlihat pada awalnya, tetapi ini umumnya berkembang menjadi bilateral. Dapat terjadi conjunctivitis intens dengan hiperemia ekstrim dari membran nictitating, blepharospasm dan ketidaknyamanan okular (Gambar 1).

Gejala chlamydia pada kucing
Gambar 1. Conjunctivitis pada kucing dengan infeksi Chlamydia felis. Courtesy of The Feline Centre, Langford Vets, University of Bristol, Inggris (ABCD Vets).

Kotoran mata awalnya berair tetapi kemudian menjadi mukoid atau mukopurulen (Gambar 2). Kemosis konjungtiva adalah ciri khas klamidiosis. Tanda-tanda pernapasan umumnya minimal dengan infeksi Chlamydia (ABCD Vets). Demam sementara, lemah, dan penurunan berat badan dapat terjadi segera setelah infeksi, meskipun sebagian besar kucing tetap sehat dan terus makan.

Pengobatan chlamydia pada kucing
Gambar 2. Conjunctivitis purulen dan kemosis pada kucing dengan infeksi Chlamydia felis. Courtesy of Eric Déan.

D. Diagnosa

Diagnosa Chlamydia pada kucing dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan fisik oleh dokter hewan secara langsung. Penegakan diagnosa dapat dilakukan dengan metode PCR (Polymerase chain reaction), Immunofluorescent assay (IFA), dan kultur bakteri.

Diferensial Diagnosa : Herpes virus dan alergi

E. Pengobatan

Pengobatan kausatif untuk infeksi Chlamydophila felis adalah dengan memberikan antibiotik. Segera bawa kucing ke dokter hewan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan resep dokter hewan. Pembersihan cairan atau eksudat dari mata dan hitung dapat mempercepat kesembuhan kucing.

Apabila kondisi mata kucing sudah rusak parah, maka dapat dilakukan enukleasi. Enukleasi dapat dilakukan dengan indikasi jika bola mata sedang mengalami kerusakan total dan tidak memungkinkan untuk mengembalikan keadaan anatomi seperti semula. Baca juga artikel mengenai Prosedur Operasi Enukleasi Mata Kucing.

F. Pencegahan

Berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah penularan dan infeksi Chlamydia pada kucing :

  • Melakukan pemisahan kucing terinfeksi dari kucing sehat untuk mencegah penularan (karantina)
  • Penggunaan collar kucing agar kucing tidak menggaruk bagian mata
  • Berikan pakan dengan nutrisi yang bagus
  • Selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah kontak dengan kucing terinfeksi
  • Jaga kebersihan kandang, tempat makan, dan tempat minum kucing
  • Sediakan minuman untuk kucing yang mudah dijangkau
  • Pemberian vitamin dan suplemen melalui pakan
  • Pemberian vaksinasi kucing

G. Fakta Chlamydiosis pada Kucing

  • Sering menyerang anak kucing atau kitten
  • Disebabkan oleh bakteri Chlamydophila felis
  • Dapat menyebabkan radang pada bagian mata kucing
  • Menular ke sesama kucing
  • Tidak bersifat zoonosis

Terima kasih telah membaca artikel mengenai penyakit Chlamydia pada kucing. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam mencari informasi mengenai kesehatan hewan. Datanglah ke dokter hewan terdekat agar kucing segera mendapatkan penanganan.

Daftar Pustaka :

  • ABCD Vets. Chlamydia felis. Diakses melalui website ABCD Vets pada tanggal 8 Juli 2022.
  • Apritya, D., Faresy, F.C., Sanjaya, M.R., Yolanda, A., Sau, K.A., Angelia, D.M., Lestari, N.M.D., Prabowo, M.W., Widyawati, R. and Rahman, M.N., 2022. STUDI KASUS: ENUKLEASI BULBI PADA KUCING DENGAN SUSPEK CHLAMYDIA DENGAN METODE TRANS-PALPEBRAL. VITEK: Bidang Kedokteran Hewan, 12(1), pp.50-53.
  • Syakes, J.E. 2013. Canine and Feline Infectious Diseases. Missouri (US): Elsevier.
  • Tanjung, Larasati. 2018. Kasus 1: FELINE CHLAMYDIOSIS CONJUNCTIVITIS PADA KUCING DOMESTIK LIAR. 10.13140/RG.2.2.19542.75841.
Default image
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 155

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *