Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Memberi Raw Food untuk Kucing ?

Raw food kucing merupakan makanan kucing mentah, biasanya terbuat dari daging ayam, daging sapi, atau daging ikan. Raw food berbeda dengan wet food, perbedaannya terletak pada ada tidaknya komposisi atau ingredients tambahan di dalamnya. Apakah raw food untuk kucing aman ? Seperti yang kita ketahui bahwa pada dasarnya hampir semua makanan segar memiliki cemaran mikroba dan parasit.

Pemberian nutrisi yang cukup untuk hewan peliharaan atau pet animal seperti kucing atau yang lebih akrab kita sapa anabul menjadi hal yang penting. Selain untuk menjaga stamina hewan peliharaan, kecukupan asupan nutrisi juga dapat memegaruhi kesehatan anabul jangka panjang. Salah satu makanan yang dapat diberikan adalah raw food untuk kucing. Pada artikel kali ini, kita akan membahas apa itu raw food dan apakah raw food aman untuk kucing ?

A. Pengertian Raw Food

Raw Food merupakan bahasa inggris yang digunakan untuk mengistilahkan makanan mentah. Raw food kucing merupakan makanan kucing mentah, biasanya terbuat dari daging ayam, daging sapi, atau daging ikan. Raw food berbeda dengan wet food, perbedaannya terletak pada ada tidaknya komposisi atau ingredients tambahan di dalamnya. Raw food tidak ada tambahan sedangkan untuk wet food terdiri dari berbagai bahan tambahan atau ingredients.

B. Manfaat Raw Food Kucing

Berikut ini adalah beberapa manfaat memberikan raw food untuk kucing :

  • Mendukung kesehatan dan kebersihan gigi
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
  • Menyediakan protein yang lebih efisien
  • Memiliki kadar karbohidrat yang lebih rendah untuk membantu mencegah obesitas dan diabetes
  • Tersedia berbagai pilihan raw food kemasan yang mudah didapatkan di supermarket

C. Apakah Raw Food Aman ?

Kucing membutuhkan makanan dengan komposisi protein yang tinggi, karena mereka menggunakan lebih banyak protein daripada karbohidrat sebagai sumber energi utama mereka. Asam amino tertentu, terutama taurin, serta asam arakidonat, vitamin A, vitamin D, dan banyak vitamin B, juga harus ada dalam pakan dengan jumlah yang cukup.

Solusi untuk pemberian makanan berprotein tinggi adalah raw food, misalnya daging mentah. Meskipun begitu, pemberian raw food juga harus diperhatikan karena memiliki resiko terhadap cemaran yang bersifat patogen.

Seperti yang kita ketahui bahwa pada dasarnya hampir semua makanan segar memiliki cemaran mikroba dan parasit. Oleh karena itu, salah satu dampak buruk pemberian raw food adalah keberadaan bakteri dan parasit patogen yang bisa menimbulkan penyakit pada anabul.

Contohnya adalah keberadaan bakteri Salmonella sp dan Escherichia coli. Gejala paling ringan yang ditimbulkan adalah diare dan kekurangan cairan. Sehingga, bukannya kucing menjadi sehat tetapi malah dikhawatirkan akan sakit.

Studi mengungkapkan bahwa makanan hewan peliharaan mentah yang disiapkan secara komersial mengalami peningkatan tingkat kontaminasi dengan patogen potensial seperti Salmonella, Listeria, dan E. Coli dibandingkan dengan makanan hewan peliharaan “biasa” (Cat Nutrition Center, PETMD).

Baca juga artikel mengenai : ” Makanan Kucing Basah VS Kering Bagus Mana ? “

D. Cara Pemberian Raw Food

Untuk menghindari kontaminasi cemaran patogen dalam pemberian raw food untuk kucing, kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini :

  • Hindari memegang daging mentah langsung menggunakan tangan (sebaiknya gunakan sarung tangan plastik bersih)
  • Gunakan wadah makanan yang bersih dan cuci setelah selesai digunakan
  • Prioritaskan daging beku sebagai bahan pengolahan raw food, namun biarkan melunak terlebih dahulu dan cacah atau giling daging tersebut
  • Usahakan agar kucing tetap makan di atas wadah, bukan di lantai

Pemberian raw food untuk kucing memiliki kelebihan yaitu nutrisi atau kandungan protein yang didapatkan jauh lebih tinggi. Hal tersebut dapat mencukupi kebutuhan gizi kucing dan menghindarkan kucing dari obesitas dan diabetes.

Selain memiliki kelebihan, pemberian raw food untuk kucing juga memiliki kelemahan, yaitu keberadaan cemaran bakteri patogen dan parasit pada raw food. Selain itu, raw food memiliki harga yang lumayan mahal.

Contohnya saja saya, yang sekarang masih kos. Tentu jarang memberikan raw food pada anabul karena harganya lumayan. Dengan begitu, anabul saya berikan pakan kering atau dry food saja dan sesekali saya kombinasikan dengan wet food agar kucing tenang dan gembira. Namun, bagi kamu yang ingin memberikan raw food kepada anabul boleh saja asalkan higienis.

Daftar Pustaka :

  • Cat Nutrition Center. PETMD. Is Raw Cat Food Good for Cats ? Diakses 6 Juli 2022.
Default image
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 155

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *