Ruminal Tympany – Kembung pada Sapi

Ruminal tympany (pasture bloat, frothy bloat) merupakan sebuah gangguan sistem pencernaan yang paling umum terjadi pada sapi. Pada dasarnya, sapi merupakan hewan pemamah biak dengan tingkat kejadian kembung yang tinggi. Hal tersebut terjadi karena fungsi normal pencernaan pada rumen yang melibatkan proses fementasi.

Fermentasi terjadi karena adanya organisme yang tertelan bersama pakan. Organisme yang tertelan tersebut akhirnya memicu terjadinya fermentasi anaerobik. Keberadaan proses fermentasi dari pakan yang padat akan merangsang ekspansi yang cepat terhadap ukuran rumen.

DOWNLOAD PDF – Ruminal Tympany – Kembung pada Sapi

Meskipun ukuran rumen penuh, proses tersebut tidak selesai dalam waktu 12 minggu, ketika rumen terdiri dari 80% volume total dari keempat lambung. (Andrews, 2004) Keempat lambung tersebut adalah rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.

Apabila terjadi gangguan pada salah satu lambung, maka semuanya akan terdampak. Misalnya, terjadinya penyumbatan saluran akan menyebabkan distensi abdomen akibat timbunan gas yang memiliki tekanan dalam lambung polygastric.

Baca juga : ” Pengertian, Manfaat, dan Jenis Recording Ternak “

A. Penyebab

Ruminal tympany atau kembung rumen dapat terjadi karena berbagai sebab. Penyebab yang paling sering adalah karena obstruksi intraesphageal dengan benda padat, seperti apel dan kentang. Massa ekstraesophagus juga dapat menyebabkan penumpukan gas di dalam rumen.

Selain itu, abses akibat suntikan perivaskular, reaksi linieritas hypoderma dan neoplasia serviks juga dapat mempersempit saluran oesophagus. Penyakit seperti milk fever juga dapat menyebabkan peningkatan keberadaan gas bebas di dalam rumen. (Ogilvie, 1998)

Dalam keadaan lambung yang penuh, keberadaan pakan dengan serat yang tinggi, juga tingkat fermentasi dari diet menyebabkan pH rumen meningkat sehingga terjadi asidois. Hal ini dapat membatasi pengembangan papila sehingga terjadi ulserasi dinding rumen.

Pemberian pati yang tinggi dapat meningkatkan fermentasi rumen, sehingga meningkatkan kecernaan ransum dan meningkatkan kekeringan asupan dari pakan. Selain karena peningkatan fermentasi rumen, hal tersebut juga dapat diakibatkan oleh aktivitas bakteri selulolitik yang berakibat pada asidosis rumen.

B. Patofisiologi

Pada dasarnya, patofisiologis ruminal tympany diawali dengan aktivitas diet yang tinggi pada sapi. Pemberian pakan dengan konsentrat yang tinggi akan menyebabkan aktivitas fermentasi di dalam rumen meningkat.

Hal tersebut terjadi karena jumlah bakteri selulolitik di dalam rumen juga meningkat. Ruminal tympany yang dibiarkan akan menyebabkan asidosis pada rumen. Yaitu peningkatan pH rumen sehingga keadaan gastrointestinal tract menjadi tidak stabil.

C. Gejala Klinis

Sapi yang mengalami kembung menunjukkan berbagai gejala. Seperti distensi yang terbatas pada kuadran doresam abdomen sebelah kiri. Pada kasus kembung parah, sisi kanan abdomen juga akan membengkak. Dalam kondisi ini, rumen mungkin hipermotil atau motil.

Sapi akan mengeluarkan air liur yang berlebih dan terlihat gelisah. Kembung yang parah juga menyebabkan sapi kesulitan bernapas, sehingga melakukan pernapasan melalui mulut. Sapi yang lemas akan terlentang, apabila dibiarkan akan menyebabkan kematian.

D. Diagnosis

ruminal tympany kembung pada sapi

Diagnosa kembung dapat dilakukan dengan memperhatikan area distensi abdomen. Pembengkakan pada ruminal tympany akan tampak jelas apabila dibiarkan terlalu lama. Selain itu, penegakan diagnosa juga dapat dilakukan menggunakan tabung orogastrik yang dapat menentukan apakah ruminal tympany diakibatkan karena akumulasi gas atau karena gas bebas dalam rumen.

orogastric tube ruminal tympany

Tabung orogastrik merupakan alat berupa selang kecil yang bersifat fleksibel, terbuat dari plastik dan dimasukkan dari mulut menuju lambung. Tabung orogastrik disebut juga dengan Orogastric Tube (OGT).

Apabila OGT tidak dapat memasuki rumen, maka diagnosis kemungkinan terjadinya ruminal tympany karena adanya obstruksi oesphagus. Namun, jika OGT dapat memasuki rongga ruminal, tetapi gas tidak segera keluar maka kemungkinan besar terjadi kembung kerena busa. Busa dapat dilihat dengan melepas tabung orogastrik dan memperhatikan apakah terdapat buih kecil di ujungnya.

Baca juga : ” 14 Daging Sapi yang Harus Kamu Ketahui “

E. Diagnosis Banding

Diagnosa banding dari ruminal tympany bisa berupa penyakit digesti lain dengan gejala distensi abdomen. Seperti volvulus syndrome dan vagus indigestion. Selain itu, gangguan seperti asites, periotnitis difusi akut, dan hidrops juga menjadi diagnosa banding yang harus dipertimbangkan. Hal ini dikarenakan terapi yang diberikan memiliki perbedaan satu sama lain meskipun dengan gejala yang hampir sama.

F. Pengendalian

Pakan hijauan akan menghasilkan lebih banyak aktivitas dalam rumen dibandingkan pakan konsentrat. Sehingga, disarankan untuk membatasi pemberian konsentrat pada sapi dara. Apabila konsumsi hijauan lebih besar maka akan berdampak pada pertumbuhan rumen. Sehingga rumen mampu mempertahankan asupan yang lebih besar di kemudian hari.

Ruminal bloat bagian depan dapat diatasi menggunakan orogastric tube (OGT), selain itu minyak juga dapat mengurangi tegangan permukaan busa, 1 UlOO kg secara oral atau dioctyl sodium sulfosuccinate (DSS) dalam kacang tanah. Minyak pada 17-66 mg/kg secara oral juga dapat digunakan (150-600 ml / 1450 kg hewan). (Ogilvie, 1998)

Baca juga : ” Cara Mengobati Sapi Kembung “

Sedangkan ruminal tympany akibat massa intraesofagus tidak dapat diterapi menggunakan OGT karena akan menyebabkan obstruksi ke dalam retikulum. Dalam hal ini, terapi yang diberikan berupa trokarisasi dari rumen.

Trokar ditempatkan pada bagian abdomen untuk mengeluarkan gas secara terus menerus. Setelah operasi trokarisasi selesai, pemberian penisilin 22.000 IU / kg dua kali sehari secara intramuskular diberikan untuk mencegah infestasi mikroorganisme patogen.

Jika sapi kamu mengalami kembung, sebaiknya segera laporkan kepada dokter hewan terdekat. Sehingga sapi bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat. Mengobati sapi kembung sendiri menggunakan obat-obatan sangat tidak dianjurkan.

Daftar Pustaka :

  • Andrews, A.H., et.al. 2004. Diseases and Husbandry of Cattle Second Edition. Blackwell Science Ltd a Blackwell Publishing Company. ISBN 0-632-05596-0.
  • Ogilvie, Timothy H. 1998. Large Animal Internal Medicine. Rose Tree Corporate Center. E National veterinary medical series for independent study. ISBN 0-683-1 8033-9 Rose, Reuben F., David R. Hodgson. 2000. Manual of Equine Practice Second Edition. W.B.
  • Triakoso, Nusdianto. 2006. Bahan Ajar Penyakit Sistem Digesti-IPDV II. Surabaya : Universitas Airlangga.
  • Triakoso, Nusdianto. Special Examination Methods and Identification of Clinical Abnormality in Digestive System.
Default image
Gigih Fikrillah S
Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.
Articles: 111

Leave a Reply

Manusya Mriga Satwa Sewaka

Five Freedoms of Animal Welfare :

  • Freedom From Hunger and Thrist
  • Freedom From Thermal and Physical Discomfort
  • Freedom From Injury, Disease, and Pain
  • Freedom to Express Most Normal Pattern of Behavior
  • Freedom from Fear and Distress

 

POWERED BY :

VETMEDICINAE