Pemotongan Tanduk atau Dehorning pada Sapi

Pemotongan Tanduk atau Dehorning pada Sapi

cara dehorning pada sapi

Dehorning pada sapi merupakan suatu tindakan menghilangkan tanduk, dengan cara memotong atau mematikan pertumbuhan tanduk sejak dini.

Pemotongan tanduk penting untuk dilakukan pada beberapa kasus, seperti adanya tanduk yang menutupi pandangan, tanduk yang melingkar ke arah kepala sehingga menimbulkan luka, hingga kebutuhan peternak untuk memudahkan handling.

DOWNLOAD PDF – Pemotongan Tanduk atau Dehorning pada Sapi

Meskipun demikian, di beberapa daerah, adanya tanduk pada sapi, kambing, atau domba memiliki nilai tambah. Selain estetika, dalam hal jual beli keberadaan tanduk menunjukkan bahwa hewan tersebut tumbuh dengan baik.

A. Pengertian Dehorning

Dehorning berasal dari kata dasar “horn” yang berarti tanduk. Secara istilah, de-horning atau dehorning merupakan proses penghilangan tanduk. Penghilangan tanduk pada sapi ditujukan untuk mencegah terjadinya cedera pada tubuh.

Pemotongan tanduk pada sapi dilakukan dengan berbagai metode yang disesuaikan dengan umur sapi. Karena, berbeda umur sapi berbeda juga titik pemotongan tanduk yang dilakukan.

Area pemotongan tanduk pada sapi dewasa dilakukan di pangkal tanduk. Pemotongan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi bleeding yang berlebihan. Perhatikan ilustrasi berikut ini untuk mengetahui titik terbaik pemotongan tanduk pada sapi dewasa :

pemotongan tanduk pada sapi

Sedangkan pada anak sapi (pedet), dehorning dapat dilakukan dengan metode besi panas yang ditempelkan pada tempat tumbuhnya tanduk. Perhatikan ilustrasi berikut ini untuk mengetahui titik terbaik pemotongan tanduk pada anak sapi :

metode dehorning pada sapi

B. Metode Dehorning

Terdapat berbagai metode dehorning pada sapi yang dapat dilakukan, seperti penggunaan bahan kimia, besi panas, gergaji, tang penjepit, dan tabung.

Semua metode tersebut diterapkan berdasarkan kondisi dan umur sapi yang akan dihilangkan tanduknya. Pastinya masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Baca juga : ” Penyakit BEF (Demam Tiga Hari) pada Sapi “

1. Bahan Kimia

Metode bahan kimia diterapkan dalam proses dehorning anak sapi (pedet) dengan umur 1-3 Minggu. Pada dasarnya, bahan kimia yang digunakan dapat berupa cairan atau pasta, berfungsi untuk mencegah terjadinya pertumbuhan tanduk pada sapi.

Bahan kimia yang biasa digunakan adalah Caustic soda (NaOH). Penggunaannya dengan cara dioleskan pada daerah pertumbuhan tanduk yang sebelumnya rambutnya telah dihilangkan (dibersihkan).

Setelah dioleskan secara merata, bagian kepala ditutup menggunakan tape secara melingkar. Setelah dua hari, tape bisa dilepas dan proses dehorning selesai.

2. Besi Panas

Dehorning menggunakan besi panas efektif untuk sapi dengan umur kurang lebih 12 minggu. Dehorner yang digunakan berupa besi yang telah dipanaskan. Pemanasan dapat dilakukan dengan tungku, secara electric, atau menggunakan LP gas.

Proses dehorning pada sapi diawali dengan menghilangkan rambut yang menutupi area pertumbuhan tanduk, kemudian dibersihkan menggunakan sabun dan dilap dengan kain kering. Setelah itu, besi dehorner dapat segara dipanaskan.

Setelah besi panas, cukup tempelkan besi pada area pertumbuhan tanduk sekitar 2 detik. Penempelan yang terlalu lama dapat menyebabkan kerusakan pada sel otak.

Setelah berhasil ditempelkan, taburi bekas pemanasan dengan bubuk antibiotik. Kemudian dilakukan injeksi Tetanus antitoksin untuk menghindari terjadinya tetanus.

Penggunaan cincin besi panas juga dapat dilakukan pada sapi muda. Namun, tanduk tidak sepenuhnya menghilang, melainkan membentuk deformasi yang disebut “Scur”.

Baca juga : ” Pengertian, Kandungan, dan Manfaat Kolostrum bagi Anak Sapi “

3. Gergaji

Pemotongan tanduk pada sapi dengan gergaji dilakukan pada sapi dewasa, karena tanduknya sudah panjang dan keras. Sebaiknya, sebelum dilakukan pemotongan tanduk, sapi diikat pada tiang terlebih dahulu supaya tidak memberontak.

Pemotongan dilakukan dengan gergaji yang tajam dan kuat secara hati-hati. Sebaiknya, tanduk disisakan 1-2 cm agar tidak terjadi bleeding (pendarahan).

4. Tang Penjepit

Pemotongan tanduk dengan tang penjepit dilakukan dengan tang berukuran besar dan memiliki tuas panjang untuk meringankan pemotongan. Metode ini dilakukan pada sapi dengan umur sekitar 8 minggu.

Sapi di restrain menggunakan kandang jepit. Kemudian dibersihkan bagian rambut yang menutupi tanduk. Setelah itu tanduk dapat dipotong menggunakan tang.

5. Tabung

Dehorning dengan tabung dapat diaplikasikan pada sapi dengan umur sekitar 8 minggu. Proses dehorning ini terbilang cepat dan efisien.

Terdapat berbagai ukuran tabung yang dapat disesuaikan dengan ukuran tanduk sapi. Tabung yang digunakan dapat memotong tanduk dan menghilangkan sel yang memproduksi tanduk, sehingga tidak terjadi pertumbuhan tanduk kembali.

Baca juga : ” Cara Mengobati Perut Sapi Kembung “

C. Kesimpulan

Terdapat berbagai keuntungan yang diperoleh dari proses dehorning pada sapi, mulai dari pencegahan cedera, hingga penghematan ukuran kandang. Sebab, beberapa jenis sapi memiliki tanduk yang sangat panjang, sehingga memerlukan kandang yang luas.

Proses dehorning pada sapi merupakan proses yang harus dilakukan dengan hati-hati. Karena tanduk terdapat di kepala sapi, sehingga kecelakaan dehorning akan berakibat fatal.

Oleh karena itu, proses dehorning sebaiknya dilakukan oleh orang yang suda berpengalaman. Terima kasih telah membaca artikel mengenai dehorning pada sapi.

Salam hebat peternak Indonesia !