6 Jenis Simbiosis beserta Contohnya

6 Jenis Simbiosis beserta Contohnya

jenis simbiosis

Makhluk hidup terus hidup secara berdampingan, hingga menimbulkan suatu hubungan timbal balik yang dinamakan dengan simbiosis. Hubungan tersebut dapat merugikan, menguntungkan, atau tidak berefek sama sekali. Oleh karena itu, berbagai jenis simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, simbiosis parasitisme, simbiosis amensalisme, simbiosis neutralisme, dan kompetisi.

DOWNLOAD PDF – 6 Jenis Simbiosis beserta Contohnya

Masing-masing dari simbiosis tersebut memiliki pengertian tersendiri, termasuk juga kompetisi. Di mana makhluk hidup saling berkompetisi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkannya di alam. Berikut adalah pengertian enam jenis simbiosis beserta contohnya, cussss :v

A. Pengertian Simbiosis

Simbiosis adalah hubungan dua makhluk hidup yang hidup berdampingan satu sama lain. Hubungan tersebut dapat diartikan sebagai tingkah laku yang mereka lakukan, baik untuk berbagi manfaat kepada sesama makhluk hidup, atau malah merugikan makhluk yang hidup lain.

Dalam hidup, memang selalu ada untung dan rugi. Begitu juga kehidupan hewan di alam lepas, selalu menimbulkan keuntungan bagi sebelah pihak, dan merugikan pihak lain.

Tapi itulah hidup, dibalik kerugian dan keuntungan, ada pesan bagi kita untuk memahami kehidupan yang sebenarnya. Bahwa manusia diciptakan untuk berhubungan dengan manusia lain, tapi tanpa jiwa yang baik, hubungannya pasti akan rusak.

Baca juga : ” Tips Usaha Ternak Burung Lovebird hingga Sukses “

Simbiosis memiliki peran penting dalam ekosistem, karena simbiosis merupakan istilah sistem keuntungan dan kerugian yang akan terus terjadi. Seperti konsumen yang selau menjadi santapan produsennya misal.

Oleh karena itu, simbiosis merupakan suatu hal yang harus kita pahami sebelum beranjak lebih jauh mengenai ilmu kedokteran hewan lainnya. Untuk lebih jelasnya, perhatikan hubungan makhluk hidup berikut ini :

berbagai jenis simbiosis

B. Simbiosis Mutualisme

Jenis simbiosis pertama yang akan kita pelajari adalah simbiosis mutualisme. Simbiosis mutualisme adalah hubungan dua individu yang saling menguntungkan satu sama lain.   Di mana satu pihak untung, dan pihak lainnya juga untung. Simbiosis mutualisme merupakan simbiosis yang keren. Kenapa ? Karena mereka bermitra untuk meraih keuntungan bersama-sama.

Berikut ini adalah contoh simbiosis mutualisme yang dapat kamu temukan :

1. Bunga dengan Lebah

Bunga dengan lebah memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Bunga yang mekar memiliki nektar yang dapat mengundang lebah untuk datang. Lebah akan hinggap di mahkota bunga, kemudian mengambil nektar (sari bunga).

Sedangan bunga terbantu karena hinggapnya lebah akan membantu proses penyerbukan, sehingga bunga dapat berkembang menjadi buah.   Jika tidak ada lebah, proses penyerbukan tentu saja terhambat. Sehingga bunga tidak berkembang menjadi buah.

2. Mikroba dengan Sapi

Sapi merupakan hewan ruminansia yang memiliki 4 lambung, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.

Selain itu, sapi merupakan herbivora yang senang makan tumbuh-tumbuhan. Tentu tumbuhan yang dimakan oleh sapi tidak seterusnya lunak, karena di dalam tumbuhan terdapat lignin.

Di sinilah peran mikroba rumen dalam membantu pencernaan sapi. Pakan yang sampai ke dalam rumen akan difermentasikan oleh mikroba rumen. Sehingga memudahkan sapi untuk melakukan absorbsi nutrisi.

Sedangkan mikroba rumen dapat terus hidup dan berkembang karena mendapatkan energi dari aktivitas yang mereka lakukan di dalam rumen.

Baca juga : ” Pengertian Hewan Ruminansia dan Nonruminansia “

3. Jalak dengan Kerbau

Burung kalak dan kerbau memiliki hubungan yang menguntungkan. Burung jalak akan memakan dari kutu yang berada di tubuh kerbau. Sedangakn kerbau akan merasa nyaman karena kutu di tubuhnya hilang.

4. Rafflesia dengan Lalat

Hubungan bunga Rafflesia arnoldii dengan lalat mirip seperti hubungan lebah dengan bunga. Bunga raflesia memiliki nektar yang dapat mengundang lalat untuk hinggap.   Kemudian lalat akan memakan nectar tersebut. Sedangkan bunga reflesia juga beruntung karena lalat membantu proses penyerbukan.

5. Buaya dengan Burung Plover

Contoh simbiosisi mutualisme yang lain adalah buaya dengan burung plover. Buaya merupakan hewan karnivora yang suka makan daging. Karena kegemarannya makan daging, gigi buaya harus sering dibersihakan. Agar tetap sehat dan terhindar dari sakit gigi.

Di sinilah peran burung plover dibutuhkan. Burung plover akan memakan sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi buaya. Tentu saja buaya akan terbantu dengan hal itu, karena giginya menjadi bersih.

Baca juga : ” Mengenal Zat Antinutrisi pada Pakan Hewan “

C. Simbiosis Komensalisme

Jenis simbiosis berikutnya adalah simbiosis komensalisme. Simbiosis komensalisme adalah hubungan dua makhluk hidup, di mana satu pihak mendapatkan keuntungan, sedang pihak lain tidak dirugikan atau diuntungkan.   Berikut adalah contoh simbiosis komensalisme yang sering kamu temukan :

1. Ikan Remora dengan Ikan Hiu

Ikan hiu dikenal sebagai predator ganas di lautan. Dalam lautan lepas, tidak jarang ikan hiu berenang mencari makanan bersama ikan-ikan kecil yang mengikutinya. Ikan tersebut adalah ikan remora.

Ikan remora memanfaatkan ikan hiu untuk menghindar dari predator lain. Selain itu, ikan remora juga dapat memakan sisa makanan ikan hiu. Dalam hal ini, ikan remora mendapatkan keuntungan, sedangkan ikan hiu tidak mendapatkan keuntungan ataupun kerugian.

2. Tumbuhan Anggrek dan Pohon

Tumbuhan anggrek dan pohon yang ditumpanginya membentuk simbiosis komensalime. Tumbuhan Aggrek tumbuh di batang pohon untuk mendapatkan cahaya matahari.   Sedangakan pohon tidak dirugikan dan tidak diuntungkan. Karena tumbuhan anggrek tetap melakukan fotosintesis sendiri.

3. Katak dan Pepohonan

Katak dengan pepohonan merupakan dua makhluk hidup yang saling berhubungan. Katak menggunakan pepohonan sebagai tempat berteduh. Sedangkan pepohonan tidak diuntungkan maupun dirugikan dengan kehadiran katak.

4. Entamoeba coli dengan Hewan

Entamoeba coli merupakan parasit normal yang hidup di pencernaan hewan. Entamoeba coli mendapatkan keuntungan karena dapat hidup di dalam saluran pencernaan.   Sedangkan hewan yang ditempatinya sebagai hospes, tidak mengalami gangguan apapun. Hal ini juga dinamakan dengan simbiosis komensalisme.

5. Tumbuhan Sirih dengan Inangnya

Sirih merupakan tumbuhan yang selalu bertumbuh mengikuti cahaya matahari. Oleh karena itu, ia membutuhkan media seperti batang pohon untuk merambat ke atas.

Tumbuhan sirih mendapatkan keuntungan dari batang pohon yang ditempatinya, karena mendapatkan cahaya matahari yang cukup.

Sedangakan bagi pohon inangnya, tumbuhan sirih tidak memberikan keuntungan ataupun kerugian.

Baca juga : ” 30+ Contoh Hewan Pemakan Tumbuhan Herbivora “

D. Simbiosis Parasitisme

Berbeda dengan simbiosis mutualisme dan komensalisme, di mana tidak ada makhluk hidup yang dirugikan, simbiosis parasitisme merupakan hubungan makhluk hidup di mana satu pihak mendapatkan keuntungan dan pihak lain mendapatkan kerugian.   Berikut adalah beberapa contoh simbiosis parasitisme :

1. Cacing hati dengan Sapi

Cacing hati merupakan parasit yang hidup di dalam hati manusia, khususnya pada saluran empedu. Cacing hati mendapatkan keuntungan karena mendapatkan nutrisi dari tubuh sapi.   Sedangkan sapi dirugikan karena keberadaaan cacing hati menyebabkan penyakit Fasciolasis di tubuh sapi.

2. Tikus dengan Petani

Tikus dan petani memiliki hubungan yang tidak baik. Tikus merupakan hama bagi petani, karena mereka sering memakan tumbuhan yang akan di panen. Bahkan bisa berakibat pada gagal panen.   Tikus mendapatkan keuntungan karena bisa memakan hasil pertanian, sedangkan petani dirugikan karena hasil pertaniannya dimakan oleh tikus.

3. Nyamuk dengan Manusia

Kamu tentu sudah pernah digigit nyamuk. Sama halnya dengan parasit lain, nyamuk juga memiliki inang (hospes).   Terdapat berbagai nyamuk yang merugikan manusia, seperti Aedes aegypti, Culex, Mansonia, dan Anopheles.

Nyamuk yang menghisap darah manusia adalah nyamuk betina. Nyamuk betina mendapatkan keuntungan karena mendapatkan sumber makanan, sedangkan manusia dirugikan.   Selain merasa gatal karena gigitannya, beberapa nyamuk juga menjadi vektor dalam penularan virus dan penyakit.

4. Lalat Buah dengan Buahnya

Sama halnya dengan tikus, lalat buah merupakan hama yang sangat merugikan bagi petani. Lalat buah akan meletakkan telurnya di dalam buah, tepat di lapisan epidermis buah.

Kemudian telur berkembang menjadi larva yang akan memakan buah tersebut sebagai sumber energi untuk tumbuh dan berkembang.

Dalam hal ini, lalat buah beruntung karena memiliki tempat untuk meletakkan telurnya. Sedangkan pohon dari buah tersebut rugi karena buahnya busuk. Selain itu, manusia juga mengalami kerugian karena buah tidak dapat dikonsumsi lagi.

5. Ulat dengan Daun

Ulat dengan daun memiliki hubungan yang tidak baik. Ulat merupakan salah satu fase pertumbuhan kupu-kupu yang disebut dengan metamorfosis.

Ulat akan memakan daun untuk persiapan membentuk kepompong dan menjadi kupu-kupu. Sedangan pohon yang dimakan daunnya mengalami kerugian, karena daunnya menjadi rusak.    

E. Simbiosis Amensalisme

Pernah dengar simbiosis ini ? Di samping simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Juga terdapat jenis simbiosis amnesalisme.

Simbiosis amensalisme hampir mirip seperti simbiosis komensalisme. Akan tetapi, salah satu pihak tidak diuntungkan, tetapi dirugikan. Sedangkan pihak lain tidak untung dan tidak rugi.

Contoh simbiosisi amensalisme yang paling signifikan ada pada tumbuhan yang memiliki senyawa alelopati.

Senyawa alelopati adalah senyawa toxin yang dimiliki suatu tanaman yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain. Sehingga tidak ada tanaman yang tumbuh di sekitar tanaman tersebut.

Contoh tanaman yang memiliki senyawa alelopati adalah pohon walnut, pinus, dan lantana camara.

Baca juga : ” Sistem Reproduksi pada Ayam “

F. Simbiosis Neutralisme

Simbiosis neutralisme adalah hubungan dua makhluk hidup yang tidak menimbulkan keuntungan dan kerugian. Misalnya burung bangau dengan sapi.

Keduanya tidak menimbulkan interaksi, baik itu keuntungan maupun kerugian.    

G. Kompetisi

Berbeda dengan simbiosis neutralisme, kompetisi merupakan hubungan dua makhluk hidup yang saling berkompetisi (bersaing), umumnya dalam mendapatkan makanan.

Contoh dari kompetisi adalah kambing dengan sapi yang digembalakan. Mereka bersaing untuk mendapatkan tanaman segar.

Contoh lainnya adalah kucing yang mempertahankan wilayahnya. Hal itu juga disebut sebagai kompetisi.

Baca juga : ” Cara Memotong Kuku Kucing dengan Benar “

H. Kesimpulan

Terdapat berbagai jenis hubungan yang terjadi di antara makhluk hidup. Hubungan tersebut dinamakan dengan istilah simbiosis.

Terdapat berbagai jenis simbiosis, seperti simbiosis mutualisme, simbiosis, parasitisme, simbiosis komensalisme, simbiosis amensalisme, simbiosis neutralisme, dan kompetisi.

Masing-masin simbiosis memiliki peran penting untuk menajga ekosistem supaya stabil. Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan yang berada di sekitar kita.

Terima kasih telah membaca artikel mengenai jenis simbiosis beserta contohnya. Semoga artikel ini membantu kamu :v