Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Sistem Reproduksi Kucing

Sistem reproduksi kucing jantan terbagi dalam empat subbagian. Subbagian pertama terdiri dari testis, epididimis, ductus deferens, corda spermatica, dan tunica. Organ reproduksi primer pada kucing betina adalah ovarium. Sedangkan organ reproduksi sekundernya terdiri dari tuba fallopii (oviduct), cornua uteri, corpus uteri, cervix, vagina, dan vulva.

Sistem reproduksi kucing merupakan sebuah susunan dari beberapa organ yang terkait dengan reproduksi. Organ tersebut dinamakan dengan organ reproduksi kucing. Sebagai dokter hewan, pengetahuan mengenai sistem reproduksi kucing jantan dan sistem reproduksi kucing betina sangatlah penting.

Terlebih lagi kebanyakan pasien operasi atau bedah di klinik hewan berkaitan dengan sistem reproduksi dan erat juga kaitannya dengan anatomi organ reproduksi kucing. Berbicara mengenai kucing, kamu pasti sudah sangat familiar dengan hewan yang satu ini. Hewan yang sangat lucu dan menggemaskan. Semasa perkuliahan saya juga banyak memiliki teman kucing.

Teman kucing ? Yaa tentu saja teman kucing. Karena kucing adalah hewan yang lembut dan memiliki perasaan yang sangat keren. Sebenarnya topik mengenai sistem reproduksi kucing sudah pernah kita bahas di postingan Prosedur Operasi Ovariohisterectomy (OH) pada Kucing dan Kastrasi pada Kucing. Tetapi mari kita coba bahas lebih dalam dan detail yaa sobat…

Lalu apa saja organ reproduksi pada kucing jantan dan kucing betina ? Yuk kita bahas satu persatu dan perhatikan gambarnya dengan seksama yaa …

A. Sistem Reproduksi Kucing Betina

Pada dasarnya kucing betina memiliki organ reproduksi primer dan sekunder. Organ reproduksi primer pada kucing betina adalah ovarium. Sedangkan organ reproduksi sekundernya terdiri dari tuba fallopii (oviduct), cornua uteri, corpus uteri, cervix, vagina, dan vulva. Perhatikan gambar anatomi organ reproduksi kucing betina berikut ini :

sistem reproduksi kucing betina

Berikut adalah penjelasan gambar di atas :

1. Ovarium

Ovarium merupakan organ yang berfungsi memproduksi ovum dan hormon reproduksi kucing betina seperti estrogen dan progesteron. Ovarium digantung oleh mesovarium.

2. Tuba Fallopii

Tuba fallopii adalah saluran kecil yang terdiri dari infundibulum dan fimbrae infundibulum, ampula dan juga isthmus. Tuba fallopii digantung oleh mesosalphinx. Jangan sampai terbalik yaa.. Tuba fallopii digantung mesosaphinx sedangkan ovarium digantung oleh mesovarium. Sering keluar di soal hehe …

3. Uterus

Uterus merupakan saluran yang terdiri dari cornua uteri, corpus uteri, dan juga cervix. Uterus berfungsi sebagai jalur atau saluran masuknya sperma menuju tuba fallopii, tempat pembentukan plasenta, dan tempat perkembangan fetus. Tipe uterus pada kucing adalah Bipartite. Yuk baca juga artikel mengenai berbagai tipe uterus pada hewan.

4. Vagina

Vagina merupakan organ reproduksi kucing yang berfungsi sebagai alat kopulasi (kopulatoris) dan jalur keluarnya fetus beserta plasenta saat terjadi partus (kelahiran).

5. Vulva

Vulva merupakan alat kelamin kucing yang paling luar. Selain vulva, juga terdapat vestibulum.

B. Sistem Reproduksi Kucing Jantan

Organ reproduksi kucing jantan terbagi dalam empat subbagian. Subbagian pertama terdiri dari testis, epididimis, ductus deferens, corda spermatica, dan tunica. Subbagian kedua terdiri dari kelenjar assesorius, subbagian ketiga adalah penis, dan subbagian keempat adalah uretra (Junaidi, 2006 dan Constantinescu, 2007 dalam Mughniati, 2015). Perhatikan gambar sistem reproduksi kucing jantan berikut ini :

sistem reproduksi kucing jantan

Berikut adalah penjelasan gambar di atas :

1. Testis

Testis kucing menggantung ke bawah menempati scrotum dan berbentuk membulat. Pada bagian tunica albugenia terdapat arteri. Sehingga dalam prosedur kastrasi untuk proses insisi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi bleeding atau perdarahan.

2. Epididimis

Epididimis terdiri dari caput epididimis, corpus epididimis, dan cauda epididimis. Pada kucing, epididimis melekat pada perbatasan dorsolateral dari testis.

3. Ductus Deferens

Ductus deferens adalah saluran penghubung testis dengan kantung sperma. Ductus deferens juga menjadi tempat sementara bagi sperma sebelum dikeluarkan melalu penis.

4. Tunica dartos

Tunica dartos merupakan serabut otot polos yang menyusun scrotum. Tunica dartos membagi scrotum menjadi dua bagian dan menempel pada tunica vaginalis.

5. Kelenjar Assesorius

Terdapat dua kelenjar assesorius pada kucing, yaitu kelenjar prostat (prostate gland) dan bulbouretralis. Kelenjar bulbouretralis melekat pada dinding uretra bagian dorsolateral. Keduanya berfungsi untuk menghasilkan cairan assesorius sebagai pembawa sperma.

6. Scrotum

Scrotum merupakan pelapis testis terluar yang berfungsi untuk melindungi dan menyokong testis serta untuk mengatur temperatur testis dan epididimis tetap stabil (Widayati et al., 2008 dalam Mugniati, 2015)

7. Uretra

Uretra merupakan saluran urine dari vesica urinaria menuju penis untuk dikeluarkan. Pada bagian ini kucing biasanya mengalami gangguan yang kita kenal sebagai kencing batu atau istilah kedokteran hewan menyebutkan FLUTD pada kucing. Yuk cari tahu lebih lanjut mengenai FLUTD pada kucing.

8. Penis

Nah ini dia yang istimewa dari organ reproduksi pada kucing. Penis kucing memiliki bentukan mengerucut dan dikelilingi oleh duri yang disebut dengan penile spines.

Nah itu dia sobat veteriner sistem reproduksi kucing jantan dan kucing betina. Terima kasih telah membaca artikel ini. Apabila ada yang hendak didiskusikan langsung tulis di kolom komentar yaa… Viva veteriner semoga kita semua bisa menjadi dokter hewan yang baik dan profesional aamiin.

Daftar Pustaka :

  • Cahyani, A. 2021. Identifikasi Suspect Bakteri Proteus sp. Pada Kasus Pyometra Kucing di Klinik Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS HASANUDDIN).
  • Mughniati, Sitti. 2015. Skripsi : Pengaruh Ekstrak Biji Kapuk (Ceiba pentandra Gaertn) sebagai Obat Kontrasepsi pada Kucing Lokal (Felis domestica) Ditinjau dari Kulaitas Sperma dan Organ Reproduksi jantan. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Default image
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 148

Leave a Reply