Proses Pengolahan Susu Sapi yang Baik

Proses Pengolahan Susu Sapi yang Baik

Selain dimanfaatkan dagingnya, ternak sapi juga dapat dimanfaatkan susunya. Sapi yang dimanfaatkan susunya sebagai hasi utama dinamakan dengan sapi perah (Dairy Cattle). Sapi Friesian Holstein (FH) merupakan sapi perah yang banyak dipelihara peternak Indonesia.

Karena selain kemampuannya dalam menghasilkan susu bagus, sapi Friesian Holstein juga bisa beradaptasi dengan iklim tropis di Indonesia.

DOWNLOAD PDF – Proses Pengolahan Susu Sapi yang Baik

Kebanyakan sapi asal Indonesia seperti sapi Bali dan sapi Madura tidak dapat menghasilkan susu secara maksimal. Oleh karena itu, pada abad ke-18 pemerintah colonial mendatangkan sapi Friesian Holstein (FH) dari daerah bernama Friesland di Belanda.

Hal tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan susu orang-orang Belanda yang ada di Indoneisa. Sapi Friesian Holstein memiliki ciri tubuh berwarna hitam dan putih. Berat Badan sapi FH jantan dapat mencapai 1.000 kg.

Sedangkan berat badan sapi FH betina berkisar kurang lebih 625 kg. Sapi FH betina mampu menghasilkan sekitar 7.245 kg/laktasi susu. Sedangkan di Indonesia sendiri, sapi peranakan Friesian Holstein dapat mencapai 4.500-5.500 liter/laktasi.

Semua itu tergantung pada manajemen pakan yang diterapkan. Semakin bagus pakan yang diberikan, maka produksi susu sapi perah akan semakin maksimal. Susu merupakan sumber gizi yang baik untuk manusia.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mempelajari apa saja kandungan susu sapi dan berbagai macam pengolahannya. Namun sayangnya kesadaran masyarakat Indonesia dalam hal konsumsi susu masih kurang.

Meskipun begitu, konsumsi susu masyarakat Indonesia dapat dikatakan meningkat, hal tersebut terlihat dari hasil produksi susu yang terus meningkat setiap tahunnya.

Perhatikan grafik peningkatan produksi susu dari tahun 2013 sampai tahun 2018 menurut survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berikut ini :

A. Kandungan Susu Sapi

Susu merupakan cairan berwarna putih kental yang dihasilkan dari ambing. Berikut adalah beberapa bahan yang terkandung di dalam susu :

1. Air

Komposisi terbesar di dalam susu adalah air. Persentase air di dalam sendiri kurang lebih 87.90 %. Air dalam susu berfungsi sebagai pelarut berbagai bahan kering yang terkandung di dalam susu. Air dalam susu bersumber dari minuman ternak sapi. (Saleh, 2004)

2. Lemak

Lemak yang dimaksud adalah lemak susu yang tergolong ke dalam lemak sumber hewani. Dimanfaatkan tubuh sebagai sumber energi. Lemak juga berberan dalam menentukan seberapa putih susu tersebut.

Di dalam susu, lemak berbentuk seperti butiran kecil yang dinamakan sebagai globuler. Globuler ini memiliki sifat dapat menyerap bau di sekitar lingkungan.

Oleh karena itu, penyimpanan susu dianjurkan menggunakan wadah yang kedap udara luar untuk menjaga bau susu tetap segar dan tidak tengik.

3. Protein

Terdiri di dalam susu terdiri dari protein Kasein dan protein Albumin. Kandungan protein di dalam susu merupakan penentu kelayakan konsumsi susu sebagai sumber makanan. (Saleh, 2004)

4. Lactose

Lactose atau laktosa dimanfaatkan oleh tubuh sebagai sumber energi basal. Lactose sendiri merupakan bentukan karobohidrat yang terdapat di dalam susu, terdiri dari galaktosa dan glukosa.

Pada beberapa orang, intoleran lactose dapat meyebabkan diare. Karena kurangnya produksi enzim lactase di dalam sistem pencernaan (gastrointestinal tract).

5. Mineral dan Vitamin

Mineral dan vitamin dalam susu berguna untuk proses anabolisme maupun katabolisme, juga menjaga agar kekebalan tubuh tetap terjaga. Sehingga tubuh tetap sehat terhindar dari penyakit.

Mineral terbagi menjadi dua, yaitu mineral macro yang banyak dibutuhkan oleh tubuh dan juga mineral micro yan sedikit dibutuhkan oleh tubuh.

Begitu juga vitamin dibagi menjadi dua, yaitu vitamin yang larut lemak seperti vitamin A, D, E, K dan vitamin yang tidak larut lemak seperti Vitamin C, Bc (B Complex), dan Provitamin A.

B. Manfaat Susu Sapi

Semua zat yang terkandung di dalam susu dimanfaatkan secara maksimal oleh tubuh kita. Oleh karena itu, minum susu dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan.

Minum susu sangat dianjurkan bagi anak-anak, karena pada masa golden age (usia emas), laju pertumbuhan dan perkembangannya terjadi dengan cepat. Susu mengandung berbagai jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Berbagai jenis zat gizi tersebut membantu pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Selain itu, susu juga berguna sebagai energi basal untuk aktivitas seluler, serta menjaga sistem kekebalan tubuh agar dapat bekerja secara optimal.

Baca juga : ” Cara Menghitung Umur Kambing dari Gigi “

C. Tahap Pemerahan Susu Sapi

Untuk mendapatkan susu yang bersih (higienis), maka proses pemerahan harus dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan pemerahan susu, baik itu sebelum pemerahan susu, saat pemerahan susu, dan juga setelah pemerahan susu.

1. Sebelum Pemerahan Susu Sapi

Biasanya waktu pemerahan susu dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu ketika pagi hari sebelum matahari muncul dan sore hari.

Namun, penelitian menujukkan adanya peningkatan jumlah produksi susu apabila pemerahan susu dilakukan 3-4 kali dalam sehari). (Saleh, 2004)

Sebelum pemerahan. Kandang harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghindari adanya kontaminasi bakteri ketika proses pemerahan berlangsung.

Pemerah juga harus steril dari bakteri, membersihkan tangan dan peralatan perah dengan sabun ataupun desinfektan. Selain kandang dan peternak, sapi juga  harus dibersihkan dengan cara dimandikan, khususnya pada bagian ambing dibasuh dengan air hangat.

2. Saat Pemerahan Susu Sapi

Saat dilakukan pemerahan, ekor sapi hendaknya diikat ke kaki. Agar tidak mengganggu peternak ketika melakukan pemerahan susu, juga menghindari cipratan feses dan urine masuk ke dalam susu.

Dalam praktiknya, hendaknya susu disemprotkan tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam tangki susu (Milk Can) untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya mastitis atau tidak.   Kemudian diberikan pelicin pada puting susu untuk memudahkan pemerah dalam memerah susu.

Terdapat tiga teknik dalam pemerahan susu sapi, yaitu full hand dengan menggunakan kelima jari tangan, stripping dengan menggunakan dua jari tangan, yaitu ibu jari dan telunjuk, dan kenevelen dengan menggunakan tiga jari tangan, yaitu ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.

Tangki susu (Milk Can) juga memiliki design tersendiri, terbuat dari aluminium untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung dan memiliki lubang kecil di atas untuk memasukkan hasil susu perahan.

Lubang yang kecil dapat meminimalisir pencemaran bau lingkungan ke dalam susu sapi, selain itu juga mengurangi resiko terjadinya kontaminasi bakteri.

3. Setelah Pemerahan Susu Sapi

Pemerahan susu sapi hendaknya dilakukan sampai tidak ada lagi sisa susu. Hal tersebut untuk menghindari terjadinya mastitis pada ambing sapi.

Karena susu yang tidak habis, dapat menjadi tempat bagi bakteri untuk berkembang biak. Setelah pemerahan, ambing kembali di basuh air hangat dengan menggunakan lap yang lembut.

Baca juga : ” Penyakit Mastitis pada Hewan Ternak “

D. Pengolahan Susu Sapi Hasil Panen

Penanganan pasca panen dapat dilakukan dengan beberapa tindakan berikut, yaitu Refrigeration   (Pendinginan), Deep – Freezing   (Pembekuan), Chemical preservation (Pengawetan dengan bahan kimia), dan Heat  Treatment  (Perlakuan panas). (Maheswari, 2008)

1. Refrigeration

Susu yang telah diperah kemudian disaring dan segera dimasukkan ke dalam kotak pendingin. Suhu kotak pendingin (freezer) hendaknya berkisar antara 4-7 derajat Celcius. (Saleh, 2004) Tujuannya yaitu untuk menghambat perkembangan kuman di dalam susu.

2. Heat Treatment

Dalam praktiknya, heat treatment terbagi menjadi pasteurisasi dan sterilisasi. Pasteurisasi adalah pemanasan susu untuk membunuh bakteri yang ada di dalamnya.

Pasteurisasi terbagi menjadi dua teknik, yaitu Low Temperature Long Time (LTLT) dengan pemanasan 60-70 derajat celcius selama 30 menit dihitung dari ambang batas suhu pertama.

Teknik kedua adalah High Temperature Short Time (HTST), yaitu pemanasan dengan suhu 76-80 derajat celcius selama 15 menit dihitung dari ambang batas suhu pertama.   Sama seperti pasteurisasi, teknik sterilisasi juga ditujukan untuk membunuh bakteri pathogen yang ada di dalam susu.

Sterilisasi terbagi menjadi dua, yatu batch sterilization di mana susu dan kemasan disterilkan dalam waktu bersamaan. Yang kedua adalah Flow Sterilization, di mana susu dan kemasan disterilkan secara terpisah.

Baca juga : ” Ciri Bibit Sapi Perah yang Baik “

E. Produk dari Susu Sapi

Susu murni yang dihasilkan dari sapi dapat diproses lebih lanjut dengan berbagai proses. Hal tersebut ditujukan untuk menciptakan cita rasa berbeda pada susu, penggunaan susu sebagai bahan makanan lain, maupun untuk meningkatkan nilai jual susu itu sendiri. Berikut adalah beberapa contoh produk dari susu sapi :

  • Susu Bubuk (Skim)
  • Keju
  • Susu UHT
  • Mentega
  • Susu Kental Manis
  • Butter Milk
  • Ice Cream
  • Whey
  • Tahu Susu
  • Krupuk Susu      

F. Kesimpulan

Demi meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia mengenai pentingnya minum susu, perlu dilakukan berbagai penyuluhan di berbagai daerah.

Kualitas produksi susu di Indonesia juga perlu ditingkatkan, sehingga Indonesia bisa mencapai swasembada susu dan tidak perlu melakukan impor susu dari luar negeri.   Dengan mengetahui manfaat susu sapi bagi tubuh, berbagai macam pengolahan susu sapi, dan berbagai produk susu sapi, diharapkan antusias masyarakat untuk minum susu dapat meningkat.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga Indonesia bisa mencapai swasembada susu secepatnya.

Daftar Pustaka :

  • Badan Pusat Statistik. 2018. Produksi Susu Segar menurut Provinsi, 2009-2018. https://www.bps.go.id/read/2019/08/02/Produksi-susu-segar-menurut-provinsi-2009-2018
  • Maheswari, Rarah R.A., dkk. 2008. Petunjuk Teknis Penanganan dan Pengolahan Susu. Jakarta : Direktorat Pengolahan Hasil Pertanian
  • Resnawati, Heri. 2010. Kualitas Susu Pada Berbagai Pengolahan dan Penyimpanan (The Quality of Milk and its Products on Several Processing and Storage). Bogor : Balai Penelitian Ternak
  • Saleh, Eniza. 2004. Dasar Pengolahan Susu dan Hasil Ikutan Ternak. Sumatera Utara : USU digital Library.