Flashback : Pengalaman Masuk Kedokteran Hewan

Kali ini, saya ingin berbagi pangalaman ke temen-temen, yaitu pengalaman masuk kedokteran hewan. Sebagai orang yang belum baik, waktu itu saya sadar betul bagaimana rasanya diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR). Bercampur aduk antara rasa bersyukur dan bersalah kepada Tuhan karena banyak dosa, tetapi masih dimudahkan dalam urusan kehidupan. Maashaallah

Kali ini, saya ingin berbagi pangalaman ke temen-temen, yaitu pengalaman masuk kedokteran hewan. Sebagai orang yang belum baik, waktu itu saya sadar betul bagaimana rasanya diterima di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH UNAIR). Bercampur aduk antara rasa bersyukur dan bersalah kepada Tuhan karena banyak dosa, tetapi masih dimudahkan dalam urusan kehidupan. Maashaallah

Semua berawal dari tahun 2018, di mana waktu itu saya bersama beberapa teman SMA sedang berada di dalam kelas. Bingung rasanya mau mendaftar SBMPTN, kira-kira jurusan apa ya yang cocok dengan saya ? Bagaimana kalau ini, bagaimana kalau itu. Tanpa pikir panjang, saya langsung menuju halaman pendaftaran SBMPTN. Waah ada banyak sekali jurusan dengan universitas yang berbeda. Tambah bingung lah saya :V

Waktu itu yang pertama saya klik adalah jurusan kedokteran umum, Universitas Jenderal Soedirman alias UNSOED. Hehe maklum sedari SD saya pengen masuk jurusan itu, kedua orang tua saya juga menyarankan untuk masuk jurusan itu. Tapi saya pikir lagi akan sangat sangat sangat sulit persaingannya. Mengingat jurusan kedokteran umum biasanya isinya orang orang super rajin dan super pintar, atau mungkin super beruntung.

Setelah pilihan pertama terisi, seingat saya waktu itu saya memilih jurusan kedokteran hewan. Wait, pada saat itu sebenarnya saya sangat asing dengan jurusan ini. Serius, bahkan nda pernah masuk dalam pikiran atau bayangan sama sekali sebelumnya. Pilihan jurusan ini diawali dengan sebuah pengetahuan yang sangat konyol. Penasaran ? Sini saya ceritakan, tapi jangan diketawain ya :V maklum masih SMA

Kembali ke layar handphone, ehmm waktu itu saya pakai tablet si. Kembali ke layar tablet, masuk ke pilihan universitas, wii ada banyak lagi kan setelah tadi pilih Universitas Jenderal Soedirman. Di atas ko muncul tulisan Universitas Airlangga, ehmm ini kayanya keren ini yaa.

Padahal saya nda tahu Universitas Airlangga itu di mana, wkwk sangat terbatas pengetahuan umum saya ya guys. Yang ada dalam benak saya waktu itu hanyalah “Wii keren, ini kayanya yang suka cetak buku itu kan ya… Erlangga…” Padalah sudah jelas beda :V

Saya pilihlah Universitas Airlangga, terus masuk ke pilihan jurusan. Scroll… scroll… S1 Kedokteran Hewan PSDKU di Banyuwangi ? Lagi-lagi dalam hal ini, saya memikirkan hal yang sangat konyol, “Mungkin, PSDKU di Banyuwangi itu penempatan kerjanya ya”. Hal yang perlu temen-temen tahu, saya sendiri tinggal di Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, Negara Republik Indonesia.

Nda tahu ? Wait, kalian pasti tahu Dataran Tinggi Dieng bukan ? Di sekitar situlah saya tinggal bersama kedua orang tua dan satu adik saya. Saya pikir, Banyuwangi itu termasuk ke dalam provinsi Jawa Tengah, palingan deket sini saja nantinya, Banjarnegara lurus dikit masuk ke Banyuwangi deh.

Bodo banget kan ? :V Maklum masih SMA hehe

Sebelum memilih jurusan kedokteran hewan ini, saya mengabari Ibu terlebih dahulu. Waktu itu saya telepon, “Assalaamu’alaikum Bu, Gigih nyobi jurusan kedokteran hewan nggih ?” tanya saya kepada Ibu. “Wa’alaikumussalam.. yoo bismillaah” seperti itulah kira-kira.

Baca juga : ” Pentingnya Ambulator bagi Dokter Hewan “

Setelah pilihan pertama dan pilihan kedua terisi, lanjut nih guys ke pilihan ketiga. Singkat cerita, iseng-iseng lagi saya pilih Universitas Negeri Semarang, jurusan Fisika. Hehe keren kan ? Karena saya sendiri suka fisika. Mantap pokonya fisika, saya juga pilih mata pelajaran fisika waktu Ujian Nasional.

Soalnya pengalaman pribadi, saya bareng temen sebangku saya “Roi” itu remedi terus kalau ulangan harian biologi. Bisa dihitung lah berapa kali nda remedi. Akhirnya, dengan percaya diri kita berdua sepakat ambil fisika waktu Ujian Nasional. Hasilnya ? Jeblok juga bro nilainya… wkwk Bener kan Roi ? Ehmm semoga baca yo..

Setelah drama pendaftaran, hari-hari saya lalui dengan penuh semangat belajar. Semua buku SMA dari semester satu sampai semester terakhir saya kumpulkan. Dalam hati saya berkata “Pokonya saya bisa”. Namun, semua tak berlangsung lama, stres mulai menghampiri. Semua itu juga dibarengi harapan agar SNMPTN keterima, saya sengaja nda sebutin SNMPTN saya daftar apa saja. Solnya nda keterima :V

Setelah mengetahui pahitnya kehidupan, SNMPTN nda keterima, awalnya sempat down dan sangat malas belajar. :V Tapi saya sadar bahwa saya nda boleh nyerah sampai di sini, nama saya kan “Gigih”, harus Gigih sampai cita-cita terpenuhi aamiin. Terima kasih atas nama yang diberikan bapak dan Ibu.. Hehe

Setelah itu, saya mulai rajin lagi untuk belajar. Tapi, lagi-lagi semuanya nda berlangsung lama. Stres… dan stres…

Singkat cerita, hari ujian pun tiba. Waktu itu saya ujian di Banyumas, mengingat kabupaten saya sendiri nda menyediakan tempat untuk SBMPTN. Jaraknya sekitar 3 jam dari rumah saya.

Kebetulan waktu itu saya menginap di rumah nenek teman saya, terima kasih Lina atas tempatnya. Semoga sekeluarga diberikan kesehatan aamiin.

Ujian pun dimulai, hati cemas gelisah galau merana. Keringat dingin mulai terasa di telapak tangan. Tapi alhamdulillah, dari banyak soal ada banyak soal juga yang saya nda tahu jawabannya :V wkw. Sudahlah saya isi saja daripada kosong. Padahal waktu itu saya ingat, aturannya salah itu -1. Sangat sangat ehmm wkwk

Selang beberapa lama, waktu pengumuman pun tiba. Seingat saya, saat itu dari pusat mengabarkan bahwa pengumuman akan dilaksanakan pukul 16.30 WIB. Sehingga siang harinya saya tidur. Waktu bangun tidur, banyak dari teman-teman yang mengucapkan selamat. Saya sendiri kaget, selamat kenapa nih ?

Ternyata, pengumuman dimajukan menjadi pukul 15.00 WIB, dan pada jam itu saya masih tidur wkw. Saya buka website pengumuman SBMPTN ada warna hijau…Alhamdulillah, saya diterima di Universitas Airlangga – S1 Kedokteran Hewan PSDKU di Banyuwangi. Saya langsung mengabarkan kepada Ibu, waktu itu kami berdua sangat bersyukur dan terharu.

Nah, kebodohan baru dimulai lagi. Saya mulai kepoin itu Universitas. What ? Surabaya ? Kagetlah saya, Suarabaya kan kota gede. Waktu itu kenapa saya nda browsing dulu di mana Universitas Airlangga yang sebenarnya :V. Baik, nda apa ini jalan hidup saya.

Baca juga : ” Pengertian, Manfaat, dan Jenis Recording Ternak “

Setelah menjalani masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) di Surabaya, saya dan beberapa teman saya diberikan informasi, bahwa mahasiswa PSDKU di Banywuangi itu ditempatkan di kampus Banyuwangi. Oala ternyata selama ini itu kampusnya to, bukan penempatan kerjanya :V dan waktu itu saya anggap Banyuwangi itu masuk Jawa Tengah, ternyata di Jawa Timur wkw

Singkat cerita, waktu itu saya ditemani Ibu saya survey kos di Banyuwangi. Okelah palingan juga dekat dekat sama Surabaya. Pas hari perjalanan, 9 jam naik bus dari Suarabaya dong :V.

Waktu itu saya ingat betul, saya sama Ibu saya sampai di Banyuwangi sudah sore hari. Terima kasih Ibu sudah menemani. Semoga sehat selalu aamiin. Dan alhamdulillah, di Banyuwangi juga bertemu orang baik, Bu Mamik dan Pak Ismail, yang membantu mencarikan kos. semoga sehat sekeluarga.

Itulah cerita saya mengenai bagaimana pengalaman masuk kedokteran hewan Universitas Airlangga. Penasaran sama FKH UNAIR ? Cek websitenya di www.fkh.unair.ac.id. Tunggu cerita selanjutnya ya, bakal saya ceritain gimana rasanya kuliah di FKH :V hehe Viva Veteriner ! Atau kamu punya cerita menarik seputar kedokteran hewan ? Krimkan di gigihfikrillah@vetmedicinae.com

Default image
Gigih Fikrillah S
Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.
Articles: 112

Leave a Reply

Manusya Mriga Satwa Sewaka

Five Freedoms of Animal Welfare :

  • Freedom From Hunger and Thrist
  • Freedom From Thermal and Physical Discomfort
  • Freedom From Injury, Disease, and Pain
  • Freedom to Express Most Normal Pattern of Behavior
  • Freedom from Fear and Distress

 

POWERED BY :

VETMEDICINAE