Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Migrasi Server Website

Sebelumnya saya ingin meminta maaf karena beberapa hari website mengalami down dan gangguan. Hari ini saya ingin berbagi sedikit cerita mengenai website yang sering down. Hal ini karena saya baru berpindah server. Rasanya sulit karena harus mempelajari beberapa hal terkait pengaturan server, seperti Nginx dan MySQL.

Alhamdulillah, setelah berbagai error dan uji coba pada banyak hal. Website kini dapat diakses dengan normal kembali. Rasanya sangat bersyukur sekali. Dengan perpindahan server ini saya dapat belajar berbagai hal baru terkait webserver.

Pemindahan server website www.vetmedicinae.com dan www.animalcare.space disebabkan oleh layanan yang saya pilih ketika dulu sudah tidak bisa free lagi untuk Plan nya. Sehingga mengharuskan saya untuk berpindah server. Karena untuk penghapusannya, membutuhkan waktu sekitar 30 hari. Dan server pada layanan tersebut memiliki status Locked. Tidak bisa saya apa-apakan.

Akhirnya, dengan persiapan dan pertimbangan browsing sana sini. Saya memantapkan diri untuk berpindah server. Website ini menggunakan server dari layanan Vultr. Sehingga untuk deploy server baru sangatlah mudah.

Berikut akan saya rangkum mengenai persiapan dan langkah migrasi yang saya lakukan :

1. Memastikan Koneksi Internet

Saya sendiri tinggal di Wonosobo, Jawa Tengah di bagian desa yang lumayan jauh masuk ke dalam hutan, melewati bukit, dan jalan berkelok. Desa saya dikelilingi oleh perbukitan. Hal ini membuat signal kadang sulit. Alhamdulillah dengan bantuan bapak saya, saya bisa untuk menumpang wifi untuk memastikan stabilitas koneksi internet.

2. Backup Database

Langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah melakukan backup database. Seluruh database website saya backup. Karena situs ini menggunakan wordpress, jadi backup pun jauh lebih mudah. Nah, bagaimana saya melakukan backup ? Sedangkan server saya statusnya Lock ?

Alhamdulillah sebelumnya saya sudah mengetahui bagaimana penggunaan FTP (File Transfer Protocol). FTP merupakan sebuah internet service yang dirancang khusus untuk membuat sambungan ke server internet tertentu atau komputer, sehingga user dapat mengirimkan file ke komputer (download) ataupun mengirimkan file ke server (upload).

3. Destroy Server Lama

Setelah memastikan semua data website tersimpan di komputer (offline). Saya melakukan penghancuran atau Destroy server yang lama. Sehingga saat ini tidak bisa diakses lagi.

4. Deploy Server Baru

Dalam melakukan Deploy server, saya memastikan agar spesifikasi server yang akan saya gunakan sama dengan server yang lama. Sehingga gap nya tidak akan begitu terasa, tentunya dengan biaya yang sama.

5. Instalasi Nginx dan MySQL

Langkah selanjutnya adalah saya melakukan instalasi Nginx pada server. Karena server yang baru masih kosongan. Saya memutuskan menggunakan Nginx daripada Apache. Karena saya lihat dari berbagai sumber bahwa Nginx memiliki kecepatan yang lebih tinggi daripada Apache.

6. Optimasi Nginx dan MySQL

Ternyata betul kata orang-orang IT. Jika performa sebuah website tergantung pada orang di belakangnya. Meskipun menggunakan layanan hosting atau VPS dengan spesifikasi yang tinggi, jika tidak dilakukan optimasi maka hasilnya tidak akan maksimal. Sehingga saya pun terdorong belajar terkait optimasi Nginx dan Mysql ini.

Alhamdulillah sejauh ini optimasi yang saya lakukan membuahkan hasil, meskipun kemarin-kemarin terkadang error yang membuat saya panik wkw

7. Penghilangan .htaccess

File ini biasanya digunakan untuk menunjang keberhasilan situs wordpress untuk melakukan rules. Nah, untuk Nginx file ini tidak berlaku. Sehingga sudah tidak bisa digunakan. Meskipun ada beberapa cara sehingga masih bisa digunakan, saya memilih untuk menghapusnya. Diganti dengan konfigurasi pada Nginx.

Setelah semua berjalan, beberapa hari lamanya saya melakukan trial and error. Hingga alhamdulillah website dapat kembali diakses dengan lancar. Meskipun mungkin kecepatannya belum optimal seperti sebelumnya.

Terima kasih telah mendengarkan curhatan saya kali ini. Saya sendiri masih penasaran. Gimana itu cara kerja website dengan blog yang tanpa menggunakan CMS. Saya baru paham untuk yang landing page saja. Masih banyak hal yang perlu dipelajari.

Hehe maaf ya kalau postingan kali ini out of topic ya di website ini. Biasanya bahas kesehatan hewan. Nda apa deh, biar tidak bosan. Salam sehat luar biasa !

Gigih Fikrillah S
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 171

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *