Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Ketahui Kandungan dan 3 Manfaat Kulit Salak Bagi Tubuh

Terdapat beberapa manfaat kulit salak bagi tubuh kita, yaitu dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan diabetes, obat herbal sariawan, dan untuk mengobati sembelit. Tanaman salak termasuk ke dalam golongan pohon palem rendah yang tumbuh secara berumpun. Tanaman ini tumbuh baik pada lingkungan dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan.

Terdapat beberapa manfaat kulit salak bagi tubuh kita, yaitu dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan diabetes, obat herbal sariawan, dan untuk mengobati sembelit. Kulit salak merupakan sebuah limbah yang biasanya tidak digunakan lagi, tetapi ada sebagian masyarakat yang memanfaatkannya sebagai obat anti diabetes, yaitu dalam bentuk teh.

Tanaman salak termasuk ke dalam golongan pohon palem rendah yang tumbuh secara berumpun. Tanaman ini tumbuh baik pada lingkungan dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan.

Dalam hal ini, salak membutuhkan tingkat kelembaban yang tinggi. Suhu lingkungan yang paling baik untuk pertumbuhan tanaman salak berkisar antara 20-30°C (Girsang, 2020). Secara umum, klasifikasi ilmiah salak adalah sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Ordo : Liliopsida
  • Famili : Arecaceae
  • Genus : Salacca
  • Spesies : Salacca zalacca

• Manfaat Kulit Salak

Tanaman salak memiliki beragam manfaat bagi manusia, baik buahnya maupun kulitnya. Buahnya memiliki beberapa kandungan senyawa kimia yang berfungsi sebagai antioksidan, penurunan kolesterol, pemutih kulit, antihiperurisemia, pewangi, dan antimikroba (Girsang, 2020).

Baca juga : “14 Bagian Daging Sapi yang Harus Kamu Ketahui”

Manfaat kulit salak terdapat dalam beberapa senyawa penting yang terkandung di dalamnya, seperti flavonoid, saponin, fenol, tanin, steroid, dan alkaloid. Salah satu di antara senyawa tersebut, yaitu flavonoid dipercaya memiliki manfaat sebagai anti diabetes melitus.

Flavonoid merupakan metabolit sekunder dari polifenol, ditemukan secara luas pada tanaman serta makanan dan memiliki berbagai efek bioaktif termasuk kardioprotektif, antidiabetes, dan anti kanker (Marzouk, 2016). Ada beberapa subkelas flavonoid: flavonol, flavanon, flavon, isoflavon, antosianidin, dan flavonol. Pembagian tersebut didasarkan pada sifat struktural yang dimiliki (Girsang, 2020).

Ekstrak kulit buah salak berpotensi untuk memiliki aktivitas antidiabetes (Sahputra, 2008). Pada penelitian Dhyanaputri (2016) dalam Girsang (2020) menunjukkan unsur aktif kulit buah salak yang mampu menyembuhkan penyakit diabetes adalah asam ferulat dan prolina yang merupakan senyawa untuk mendorong terbentuknya kolagen dan elsatin guna memulihkan jaringan.

Selain itu, juga terdapat turunan asam sinamat yang merupakan senyawa untuk peningkatan regenerasi sel dan berperan dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tahap satu. Kemudian juga terdapat Arginin yang merupakan senyawa untuk menstimulasi pembelahan sel dan meningkatkan biosintesa protein. Dan terostilbene yang dapat menurunkan gula darah (Sahputra, 2008).

Beberapa unsur aktif tersebut memiliki manfaat dalam proses normalisasi sel tubuh agar responsive terhadap pembentukan insulin. Terlebih, pada penderita diabetes tipe dua senyawa-senyawa tersebut sangat diperlukan. Ekstrak kulit buah salak dapat bermanfaat sebagai antidiabetes sesuai dengan mekanisme kerjanya, yaitu dengan cara menurunkan langsung kadar gula darah (Fitrianingsih et al., 2015; Rohaeti et al., 2017 dalam Girsang, 2020).

Lalu bagaimana cara mengonsumsi kulit buah salak ?

Kulit buah salak dapat dijadikan obat herbal. Bentuk sediaan obat herbal yang umum dijumpai yaitu seperti : teh obat, serbut tertsandar, ekstrak dan lain sebagainya. Namun, tidak jarang obat herbal juga berbentuk seperti sediaan obat konvensional (bentuk sediaan farmasi) seperti tablet, kapsul, pil, suspensi, dan larutan (Hidayat, 2006). Nah, kulit buah salak dapat kita jadikan teh herbal. Selain itu, kulit buah salak juga dapat dijadikan sebagai ekstrak kulit salak.

Pembuatan ekstrak kulit salak dapat dilakukan dengan metode remaserasi. Langkah pertama, kulit salak diayak kemudian ditimbang sebanyak 150 g lalu diekstraksi dengan menggunakan 900 ml etanol 70% dengan cara maserasi selama 5 hari (setiap hari digojok). Ekstrak kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring (filtrat 1) dan sisanya diekstrak kembali selama 2 hari menggunakan etanol 70% sebanyak 600 ml lalu disaring (filtrat 2).

Baca juga : “Telur Setengah Matang VS Telur Matang”

Setelah itu, filtrat 1 dan 2 dikumpulkan, diuapkan dengan vacum evaporator pada suhu 70 °C sampai volumenya menjadi ¼ dari volume awal, dan dilanjutkan dengan pengeringan di oven pada suhu 40°C sampai menjadi ekstrak kental. Didapatkan ekstrak kental sekitar 4,86 g.

Terima kasih telah membaca artikel mengenai manfaat kulit salak. Semoga artikel ini dapat membantu kamu untuk bijak dalam menjaga kesehatan. Tetap semangat !

Daftar Pustaka :

  • Marzouk MM. 2016. Flavonoid Constituents and cytotoxic activity of Erucaria hispanica (L.) druce growing wild in Egypt. Arabian Journal of Chemistry. 9: 411–415.
  • Girsang, Ermi. 2020. Kulit Salak Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh. UNPRI Press. ISBN : 978-623-91085-8-8.
  • Hidayat, Moch. Amrun. 2006. Obat Herbal (Herbal Medicine) : Apa Yang Perlu Disampaikan Pada Mahasiswa Farmasi dan Mahasiswa Kedokteran?. Pengembangan Pendidikan, Vol. 3, No. 1.
  • Sahputra FM. 2008. Potensi Ekstrak Kulit dan Daging Buah Salak sebagai Antidiabetes. Bogor: FMIPA Institut Pertanian Bogor.
Default image
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 148

Leave a Reply