Tata Cara IB pada Ayam

Tata Cara IB pada Ayam

Inseminasi Buatan pada ayam adalah suatu teknik memasukkan sperma induk ayam jantan ke dalam induk ayam betina agar dihasilkan telur dengan kualitas yang baik dengan waktu yang singkat menggunakan insemination gun. Inseminasi buatan disebut juga dengan Artificial Insemination(AI).

DOWNLOAD PDF – Tata Cara IB pada Ayam

Di Indonesia sendiri, peningkatan produksi ayam secara umum terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Populasi ayam buras, petelur (layer), dan ayam pedaging (broiler) terhitung sebanyak 1.865.125 ekor pada tahun 2014 dan melonjak naik menjadi 2.384.147 ekor pada tahun 2018. (DIRJEN Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2018)

Hal tersebut menunjukkan adanya potensi besar bagi peternakan di Indonesia untuk dapat meningkatkan angka produksi ayam yang dihasilkan.

Oleh karena itu, inovasi di bidang peternakan ayam terus dilakukan. Inseminasi buatan adalah salah satu contohnya. Karena dengan dilakukannya inseminasi buatan, maka breed (Hasil perkawinan) unggul dapat dihasilkan.  

A. Pengertian Inseminasi Buatan Ayam

Inseminasi buatan adalah suatu teknik memasukkan sperma ke dalam saluran reproduksi betina. Pada inseminasi buatan ayam, proses memasukkan sperma dilakukan melalui kloaka.

Inseminasi dilakukan dengan menggunakan alat yang dinamakan dengan insemination gun. Sperma sebelumnya ditempatkan pada cairan pengencer, salah satunya adalah cairan NaCl fisiologis.

Tahap inseminasi buatan pada ayam harus dilakukan secara hati-hati, agar sperma tidak rusak atau terkontaminasi bakteri di daerah kloaka ayam.

Baca juga : ” Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi “

B. Tujuan Inseminasi Buatan Ayam

Berikut adalah beberapa tujuan dilakukannya inseminasi buatan pada ayam :

  1. Untuk meningkatkan produktivitas ayam, baik dalam produksi telur maupun daging.
  2. Dapat meningkatkan kualitas DOC melalui perkawinan silang. Hasil dari berbagai persilangan pada ayam dinamakan dengan strain. Contoh strain ayam adalah Lohman 202, Isa Brown, Jumbo, dan sebagainya. Nama ayam hasil perkawinan silang (strain) diberikan nama sesuai penemu atau perusahaan yang menghasilkan strain tersebut.
  3. Meningkatkan efektivitas waktu. Karena inseminasi buatan dapat mempercepat waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan telur fertil dan DOC yang dihasilkan seragam.

C. Manfaat Inseminasi Buatan Ayam

  1. Pejantan yang dibutuhkan relatif lebih sedikit daripada perkawinan secara alami.
  2. Dapat dilakukan perkawinan silang dengan induk unggul secara cepat.
  3. Perbaikan kualitas melalui persilangan.
  4. Mengatasi kesulitan pejantan unggul untuk melakukan perkawinan secara alami.
  5. Mempercepat waktu perkawinan.

Baca juga : ” Antraks sebagai Akibat dari Bakteri Bacillus anthracis “

D. Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan IB Ayam

Ada beberapa faktor yang menentukan keberhasilan IB pada ayam, di antaranya adalah :

  1. Fertilitas spermatozoa ayam jantan yang digunakan
  2. Jenis Pengencer yang digunakan
  3. Dosis semen yang digunakan saat IB
  4. Pengolahan semen pasca pengambilan, pengenceran, dan penyimpanan
  5. Waktu IB yang dibutuhkan. Karena sperma hanya dapat bertahan selama kurang lebih 30 menit di tabung pengencer
  6. Metode IB yang digunakan. IB dengan metode deposisi intravaginal menimbulkan tingkat stress yang lebih tinggi dibanding metode deposisi intrauterine.

E. Tahap Inseminasi Buatan Ayam

1. Pemilihan Induk Ayam

Untuk mendapatkan breeding yang baik, pemilihan induk unggul harus dilakukan. Berikut ini adalah beberapa persyaratan pemilihan induk ayam yang baik untuk inseminasi buatan :

a. Induk Ayam Jantan

  • Tidak ada kecacatan
  • Kondisi sehat
  • Kemampuan untuk bereproduksi tinggi dan harus sedang masa produksi
  • Kisaran umur 7 bulan – 12 bulan

b. Induk Ayam Betina

  • Tidak ada kecacatan
  • Kondisi sehat dan memiliki nafsu kawin yang bagus
  • Dalam pemeliharaan tidak dicampur dengan induk betina
  • Kisaran umur 1.5 tahun – 3 tahun

2. Perlakuan Khusus

Sebelum dilakukan inseminasi buatan, ada baiknya ayam ditempatkan pada kandang baterai untuk mengurangi tingkat stress yang ditimbulkan. Penyuntikan vitamin anti stress juga dilakukan setelah melakukan inseminasi buatan pada ayam.

3. Pengambilan Spermaa

a. Persiapan Alat dan Bahan

Sebelum melakukan pengambilan sperma pada induk ayam jantan, pastika semua alat sudah siap. Beberapa alat tersebut adalah :

  • Spuit
  • Tabung pengencer
  • Tabung untuk menampung sperma
  • NaCl Fisiologis 0.9%
  • Lap bersih

b. Pengambilan Sperma

Pengambilan sperma sebaiknya dilakukan oleh dua orang. Satu orang bertugas untuk memberikan rangsangan kepada induk ayam jantan dan satu orang lainnya bertugas untuk mengumpulkan sperma di dalam tabung.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan kotoran yang menempel di sekitar kloaka. Selanjutnya ayam diberikan rangsangan untuk mengeluarkan sperma.

Rangsangan dilakukan dengan mengurut dan mengelus bagian punggung ayam, mulai dari pangkal leher hingga pangkal ekor. Rangsangan yang berhasil ditandai dengna naiknya bulu ayam pada bagian ekor. Ketika itulah pejantan mengeluarkan sperma yang berwarna putih kental. Sperma yang sudah keluar dikumpulkan ke dalam tabung pengumpul sperma.

Selanjutnya diberikan larutan NaCl fisiologis 0.9% ke dalam tabung dengan perbandingan Sperma : NaCl adalah 1 : 6-10. Sperma yang sudah dikumpulkan dapat bertahan di dalam tabung sekitar 30 menit.

4. Pelaksanaan Inseminasi Buatan

Ada dua teknik yang dapat dilakukan untuk memasukkan sperma induk jantan ke dalam organ reproduksi induk betina.

Yaitu deposisi intravaginal (melalui vagina) dengan kedalaman sekitar 3 cm dan deposisi intrauterine (melalui uterus) dengan kedalaman spuit sekitar 7 cm.   Berikut adalah langkah inseminasi buatan yang dapat dilakukan :

  • Membersihkan kotoran di sekitar kloaka pada ayam
  • Melakukan penekanan di bawah kloaka untuk memperjelas saluran reproduksi pada bagian kiri dan saluran pencernaan pada bagian kanan
  • Pengambilan sperma yang sudah diencerkan sebanyak 0.1 ml – 0.2 ml
  • Memasukkan sperma dengan spuit (tanpa needle : jarum) *Penyuntikan vitamin anti stress (dapat dilakukan di daerah pectoral)    

F. Indikator Keberhasilan IB Ayam

Indikator keberhasilan IB Ayam adalah dengan melihat telur yang dihasilkan ayam betina. Yaitu dengan cara melakukan candling untuk mendeteksi apakah telur itu fertil (terdapat embrio) atau infertil (kosong).

Jika telur yang dikeluarkan mengandung embrio di dalamnya, dapat dikatakan inseminasi buatan berhasil.

Baca juga : ” Bahasa Tubuh Anjing dan Kucing “

G. Kesimpulan

Perbedaan paling kentara antara inseminasi buatan pada sapi dan inseminasi buatan pada ayam adalah alat yang digunakan, terutama pada insemination gun. Karena saluran reproduksi ayam dan sapi memiliki anatomi yang berbeda.

Proses inseminasi buatan pada ayam merupakan cara yang tepat dan cepat untuk meningkatkan populasi ternak ayam dalam waktu yang singkat. Selain itu, indukan yang unggul akan menghasilkan telur dan daging yang unggul juga.

Terima kasih telah membaca artikel IB pada Ayam, semoga ilmu pengetahuan ini dapat kita gunakan dengan bijak.

Daftar Pustaka :

  • Asmarawati, Widya., dkk. 2013. Pengaruh Dosis Sperma yang Diencerkan Dengan NaCl Fisiologis terhadap Fertilitas Telur pada Inseminasi Buatan Ayam Kampung. Yogyakarta : Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. ISSN 0126-4400
  • Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. Jakarta, 2018