Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Gejala Dehidrasi pada Kucing

Terdapat beberapa gejala dehidrasi pada kucing yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Kucing merupakan hewan mamalia. Mereka membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu asupan yang tidak boleh terlewat adalah asupan cairan.

Terdapat beberapa gejala dehidrasi pada kucing yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Kucing merupakan hewan mamalia. Mereka membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Salah satu asupan yang tidak boleh terlewat adalah asupan cairan.

Kucing mendapatkan cairan dari makanan maupun langsung dari minuman yang dikonsumsi. Apa yang terjadi jika kucing kekurangan cairan ? Yups … dehidrasi

Hewan masih dapat bertahan hidup dalam beberapa minggu tanpa makan, tetapi akan mati hanya dalam beberapa hari atau beberapa jam jika tidak ada air (Suartha, 2010).

Sebelum mempelajari lebih jauh mengenai gejala dehidrasi pada kucing, mari kita berdiskusi terlebih dahulu mengenai apa yang dimaksud dengan dehidrasi ? Lets go …

Dehidrasi merupakan suatu keadaan penurunan total air yang ada di dalam tubuh karena hilangnya cairan. Kehilangan cairan dapat terjadi secara patologis, asupan air yang tidak tercukupi, atau kombinasi keduanya.

(Mentes dan Kang 2013)

Terdapat tiga tipe dehidrasi yang dapat terjadi pada kucing, yaitu dehidrasi isotonik, dehidrasi hipotonik, dan dehidrasi hipertonik. Silahkan baca artikel mengenai jenis dehidrasi yang harus kamu tahu. Sekarang, mari kita fokus pada gejala dehidrasi yang terjadi pada kucing.

Gejala Dehidrasi pada Kucing

Lalu apa saja gejala kucing dehidrasi ? Pada dasarnya gejala dehidrasi pada kucing dapat dilihat dengan melakukan pengamatan pada fisik kucing. Tentu saja hal tersebut harus dilatih agar kecermatan dalam meperhatikan gejala semakin meningkat.

Berikut adalah tabel perkiraan persentase dehidrasi yang saya kutip dari Wingfield (2009) dalam Suartha (2010) sehingga kamu juga bisa memperkirakan persentase dehidrasi yang terjadi pada kucing :

Persentase DehidrasiPengamatan Fisik
< 5Telah terjadi kehilangan cairan tetapi tidak ditemukan adanya perubahan pada pengamatan fisik
5Membran mukosa mulut kering, tetapi tidak terengah-engah atau takikardia yang bersifat patologik
7Turgor kulit menurun ringan sampai sedang; membran mukosa kering; takikardia ringan, tekanan pulsus tidak teraba
10Turgor kulit sedang sampai berat, membran mukosa mulut kering, takikardia, dan tekanan pulsus turun
12Turgor kulit berat, mukosa mulut kering, gejala jelas, dan terjadi shock

Pengamatan gejala dehidrasi pada kucing dapat dilakukan dengan melihat gejala klinis yang terlihat. Pengetahuan mengenai penyakit yang pernah diderita, pola makan dan minum, serta pengeluaran urin dan feses dari pemilik kucing sangat penting.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium juga dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa penyakit yang diderita oleh kucing. Lalu bagaimana penanganan kucing yang mengalami dehidrasi ? Langsung jawabannya adalah terapi cairan, baik secara oral maupun secara parenteral.

Penanganan Dehidrasi pada Kucing

Pemberian terapi cairan melalui pemasangan infus atau Catheter pada kucing penting untuk dilakuakan. Apalagi jika kucing sudah berada dalam kondisi tidak dapat menelan cairan.

Namun, perlu diingat sobat veteriner bahwa pemberian cairan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kesalahan pemberian cairan. Oleh karena itu, Hall (1983) menyebutkan beberapa tindakan yang perlu diberikan terapi cairan di antaranya adalah :

  • Pemberian terapi pada shock
  • Mengganti cairan yang hilang dan memperbaiki keseimbangan elektrolit dalam tubuh
  • Mempertahankan kebutuhan cairan dan elektrolit harian
  • Menghindari masalah baru dalam pengobatan penyakit
  • Memperbaiki keseimbangan asam dan basa

Terima kasih telah membaca mengenai gejala dehidrasi pada kucing. Apabila saya ada kesalahan atau kamu ada tambahan langsung tulis di kolom komentar yaa… Sampai jumpa di postingan berikutnya sobat

Daftar Pustaka :

  • Hall LW. 1983. Fluid therapy and intravenous nutrition. In Dog and Cat nutrition. Editor ATB Edney. Pergamon Press. New York.
  • Leksana, E. 2015. Strategi terapi cairan pada dehidrasi. Cermin Dunia Kedokteran, 42(1), 70-73.
  • Mentes JC dan Kang S. 2013. Hydration management. J Gerontol Nurs. 39(2):11-9.
  • Suartha, I. N. 2010. Terapi cairan pada anjing dan kucing. Buletin Veteriner Udayana, 2(2), 69-83.
Default image
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 148

Leave a Reply