Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

Teknik Pasteurisasi Digunakan untuk Mengawetkan Apa ?

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai teknik pasteurisasi. Berawal dari sebuah pertanyaan teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa ? Pasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan melalui pemanasan pada suhu tertentu.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai teknik pasteurisasi. Berawal dari sebuah pertanyaan, teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa ? Mari kita bahas dengan detail, mulai dari pengertian pasteurisasi, metode pasteurisasi, dan beberapa produk yang dihasilkan melalui teknik pasteurisasi. Sepertinya lumayan seru untuk membahas pertanyaan kali ini. Lets go …

Berbicara mengenai pasteurisasi, hal yang terlintas pertama kali di benak saya adalah susu. Yup, karena susu merupakan salah satu produk yang dapat dihasilkan melalui proses pasteurisasi. Teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa ?

Kenapa susu harus dipasteurisasi ? Tujuannya adalah untuk mengawetkan produk susu tersebut dengan menghilangkan sebagian atau seluruh mikroorganisme yang ada. Karena mikroorganisme dapat memicu terjadinya reaksi fermentasi pada bahan makanan dan dapat membuat makanan tersebut menjadi BASI.

Pengalaman saya pada tahun 2019 silam, yaitu mengonsumsi susu basi. Akhirnya saya harus dilarikan ke rumah sakit akibat keracunan. Saya mengalami mual, muntah, dan juga pusing yang sangat berat. Jadi ingat ya sobat, selalu simpan susu di tempat yang bersih dan segar. Dan jangan lupa untuk menutup botol susu. Kenapa ada susu yang tahan lama dan tidak ? Coba baca artikel mengenai Proses Pengolahan Susu Sapi yang Baik.

Sebelum mengetahui lebih jauh mengenai teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa biasanya. Mari kita ulas terlebih dahulu mengenai pengertian dan metode pasteurisasi.

A. Pengertian Pasteurisasi

Pasteurisasi merupakan sebuah proses pemanasan untuk memperpanjang umur simpan bahan pangan melalui pemanasan pada suhu tertentu dengan tujuan membunuh mikroorganisme seperti bakteri, kapang, dan khamir serta mengaktivasi enzim yang terdapat dalam bahan pangan itu sendiri dengan mempertimbangkan mutunya (Fellow, 1992).

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Sukasih et al (2009), faktor pemanasan yang dilakukan dalam pasteurisasi berpengaruh nyata terhadap kadar air, protein, derajat putih, viskositas, bilangan peroksida, total mikroba, stabilitas emulsi, dan respon kesukaan aroma bahan pangan. Oleh karena itu, suhu yang digunakan selama proses pasteurisasi harus benar-benar diperhatikan.

B. Metode Pasteurisasi

Teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa biasanya
Jalur Susu Melalui Sistem Pasteurisasi Surya (Fathey dan Mohamed)

Sebelum mengetahui lebih dalam teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa. Pada dasarnya, pasteurisasi merupakan pemanasan yang dilakukan di bawah titik didih suhu untuk mematikan mikroorganisme patogen. Biasanya pasteurisasi diikuti proses lain seperti pendinginan atau pemberian gula dengan konsentrasi yang tinggi. Menurut Kurniawan et al (2013), terdapat tiga metode pasteurisasi yang umum digunakan, di antaranya adalah :

  • HTST (High Temperature Short Time) : Pemanasan dengan suhu tinggi 80°C dalam waktu 1 menit, menggunakan alat yang disebut Heat Plate Exchanger.
  • LTLT (Low Temperature Long Time) : Pemanasan dengan suhu rendah sekitar 60°C dalam waktu 30 menit.
  • UHT (Ultra High Temperature) : Pemanasan dengan suhu tinggi 130°C selama 0,5 detik saja, dan pemanasan dilakukan dengan tekanan tinggi. Dalam proses ini semua mikroorganisme yang ada akan mati. Biasanya digunakan dalam produksi susu UHT atau susu steril.

C. Produk Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah metode sterilisasi susu dengan cara memanaskan susu dengan suhu yang rendah sehingga nutrisi susu tetap terjaga. Metode pasteurisasi ditemukan pada tahun 1865 oleh seorang bernama Pasteur yang berasal dari Prancis. Susu pasteurisasi disterilkan dengan pemanasan pada suhu 72-85°C selama 10-15 detik (Source from : halodoc).

Jadi, teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa ? Jawabannya adalah susu. Pasteurisasi juga dapat digunakan untuk mengawetkan santan.

Selain susu dan santan, terdapat juga produk pasteurisasi yang berasal dari perikanan yaitu Rajungan (Portunus pelagicus). Mengapa rajungan juga dipasteurisasi ? Karena rajungan termasuk salah satu hasil perikanan perishable food. Rajungan pasteurisasi biasanya dikemas dalam cup atau pengalengan.

Perishable food adalah makanan yang memiliki sifat tidak tahan lama, mudah rusak atau layu, sehingga perlu penanganan secara khusus. Jenis makanan ini di antaranya adalah sayur dan buah, serta bahan lain yang mudah rusak.

Keberadaan pasteurisasi menjadikan teknik pengelolaan di industri makanan semakin berkembang luas. Dengan adanya pasteurisasi, kita dapat menikmati berbagai makanan dalam keadaan segar dan hampir tanpa bahan pengawet. Jangan lupa selalu pelajari hal baru minimal satu hal dalam sehari. Terima kasih telah membaca artikel mengenai teknik pasteurisasi digunakan untuk mengawetkan apa ? See you soon and viva veteriner !

Daftar Pustaka :

  • Fathey, Mohamed and Mohamed Atia. Milk Path Through The Solar Pasteurization System. researchgate.net diakses pada 13 April 2022.
  • Fellow, P.J. 1992. Food Processing Technology. CRC Press. New York.
  • Kurniawan, Irfan., et al. 2013. Alat Pemantau Kestabilan Pasteurisasi Susu. Jurnal Teknik Elektro, 2013, 5.2.
  • Maurina, F., & Sipahutar, Y. H. 2021. Pengolahan Rajungan (Portunnus pelagicus) Pasteurisasi dalam Cup di PT Muria Bahari Indonesia, Kudus, Jawa Tengah. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan, (8).
  • Sukasih, Ermi, et al. 2009. Optimasi kecukupan panas pada pasteurisasi santan dan pengaruhnya terhadap mutu santan yang dihasilkan. J Pascapanen, 6.1: 34-42.
Default image
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 148

Leave a Reply