Perhatian : Media kedokteran hewan VETMEDICINAE tidak akan menggantikan peran dokter hewan. Terutama dalam hal diagnosa penyakit dan pemberian obat hewan. Kami hanya memberikan informasi kesehatan hewan berdasarkan literatur yang ada.

"Manusya Mriga Satwa Sewaka"

Gigih Fikrillah S, S.K.H. | Hubungi Kami

6 Cara Mengobati Bubul Ayam

Terdapat berbagai cara mengobati bubul ayam. Salah satunya adalah dengan menggunakan bawang putih. Pengobatan bubul ayam sangat penting untuk dilakukan agar tidak terjadi penyakit lanjutan.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai cara mengobati bubul ayam. Penyakit bubul ayam atau bumblefoot merupakan penyakit yang disebabkan oleh spesies Staphylococcus aureus.

Penyakit bubul dapat menimbulkan rasa nyeri sehingga memengaruhi aktivitas pergerakan ayam, seperti ketika bertengger dan berjalan. Bakteri S. aureus dapat menginfeksi kaki ayam karena sebelumnya kaki ayam tersebut terluka.

Oleh karena itu, sebisa mungkin agar tempat pergerakan ayam tidak terdapat benda tajam yang dapat melukai kakinya. Selain itu, juga harus diperhatikan untuk kebersihannya.

Bubul ayam atau bumblefoot merupakan penyakit radang kronis yang ditandai dengan keradangan, terbentuknya cairan radang, kebengkakan pada daerah metatarsal dan jari unggas (Hester, 1994). Bumblefoot atau bubul ayam harus segera ditangani, karena jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan penyakit seperti :

  • Osteomielitis
  • Sinovitis
  • Laminitis
  • Bahkan hingga kematian

Bagaimana cara mengobati bubul ayam ? Perlu sobat ketahui bahwa pengobatan bubul ayam harus dilakukan secara intensif agar hasil yang didapatkan optimal alias sembuh total. Karena apabila masih ada bakteri yang tertinggal, besar kemungkinan bubul pada ayam akan timbul lagi. Sebelum mengenal lebih jauh mengenai pengobatan bubul ayam, mari kita pelajari bersama terlebih dahulu mengenai bakteri Staphylococcus aureus.

A. Bakteri Penyebab Bubul Ayam (Bumblefoot)

S. aureus yang merupakan bakteri penyebab bumblefoot atau bubul ayam (Hermana, 2020). Bakteri ini termasuk ke dalam kelompok bakteri gram positif. Fakta yang perlu sobat ketahui bahwa bakteri ini merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi tersering di dunia. Dengan berbagai tingkat keparahan mulai dari infeksi minor di bagian kulit, traktus urinarius atau saluran buang air, traktus respiratorius, hingga infeksi pada mata dan Central Nervous System (CNS).

Staphylococcus adalah nama genus bakteri yang berasal dari kata staphyle berarti kelompok buah anggur, dan coccus berarti bulat dan aureus berarti keemasan (Syahrurachman et al, 1993). Infeksi bakteri ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor pendukung, seperti perubahan hormon, adanya penyakit dan luka, serta penggunaan steroid atau obat yang dapat memengaruhi imunitas tubuh.

mengobati bubul ayam bumblefoot
Source : bitchickens.com

B. Gejala Bubul Ayam

Gejala paling umum pada penyakit bumblefoot adalah terjadinya penebalan kulit (hyperkeratosis), luka, dan bernanah pada bantalan kaki ayam. Apabila ayam sobat memiliki gejala bubul ayam atau bumblefoot, maka segera lakukan pengobatan dengan intensif. Agar ayam sobat dapat beraktivitas tanpa mengalami kesulitan pergerakan.

Dikutip dari PoultryDVM. Penyakit bubul ayam terdapat 5 grade. Perhatikan gambar berikut ini :

cara mengobati bubul ayam
Source : Poultry DVM
  • Grade 1 : Hilangnya definisi epidermis (terlihat sebagai permukaan yang mengkilat, kemerahan atau lesi kecil), tanpa adanya infeksi yang mendasarinya.
  • Grade 2 : Terdapat infeksi jaringan di bawahnya yang berkontak langsung dengan lesi permukaan tanpa pembengkakan yang jelas.
  • Grade 3 : Keadaan abses. Infeksi dengan cairan serosa atau kaseosa yang keluar dari lesi fibrotik.
  • Grade 4 : Infeksi dengan pembengkakan jaringan di bawahnya yang melibatkan struktur vital yang dalam. Biasanya terapat luka kronis pada grade ini, yang mungkin atau mungkin tidak secara bersamaan menyebabkan tenosinovitis, radang sendi, dan/atau osteomielitis.
  • Grade 5 : Deformitas yang melumpuhkan dan hilangnya fungsi.

1. Pengobatan dengan Antibiotika

Cara mengobati bubul ayam yang pertama adalah dengan pemberian antibiotika. Antibiotika seperti penisilin, tetrasiklin, dan eritromisin dapat diberikan sebagai bentuk terapi untuk mengatasi penyakit bubul ayam atau bumblefoot (Hermana, 2020).

Namun, penggunaan antibiotika harus dalam resep atau pengawasan dokter hewan, agar tidak terjadi resistensi antibiotik. Karena saat ini diketahui, masalah serius yang kita hadapi bersama berkaitan dengan Multi Drug Resistance.

2. Pengobatan dengan Bawang Putih

Cara mengobati bubul ayam dengan bawang putih adalah pilihan yang mudah dan murah. Terapi pengobatan bubul ayam dengan bawang putih khususnya mengenai potensi antibakterial yang terkandung dalam bawang putih terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus telah diteliti oleh Pajan (2016).

Dan dari penelitan tersebut, disimpulkan bahwa air perasan bawang putih dapat berpotensi membunuh bakteri penyebab bubul ayam ini. Selain harganya yang lebih murah dan mudah didapat, bawang putih menjadi salah satu solusi resistensi antibiotik.

Bawang putih memiliki berbagai efek farmakologis seperti antibakteri, antijamur, hipolidemik, hipoglikemik, antitrombotik, antioksidan, dan antikanker sehingga memiliki banyak manfaat seperti menurunkan tekanan darah, menghilangkan pening di kepala, meredakan nyeri haid dan meredakan flu (Herbalajib, 2016 dalam Pajan, 2016).

3. Modifikasi Lingkungan

Modifikasi lingkungan yang dimaksud di sini adalah lingkungan tempat tinggal ayam dan pengelolaan pemeliharaan ayam. Kamu dapat melakukan perbaikan mulai dari konstruksi kandang, lingkungan ayam beraktivitas, dan kebersihan atau sanitasi kandang ayam.

4. Perendaman Kaki Ayam

Perendaman kaki dilakukan dengan air hangat yang dicampur garam Epsom atau larutan Chlorhexidine yang membantu melembutkan jaringan mengeras, berproliferasi, berkeropeng. Dan dapat juga menggunakan bahan pelunak keratin. Perendaman kaki juga dapat dilakukan hanya dengan menggunakan air hangat.

5. Pembalutan Kaki Ayam

Pembalutan dapat dilakukan dengan bandage atau perban koloid agar menjaga area tersebut tetap bersih dan lembab. Pola pembalutan dapat berupa bulatan pada kaki atau mengaitkan perban dari bawah ke atas, kemudian menyamping hingga kaki ayam tertutup. Penggantian perban harus dilakukan sesering mungkin agar tetap bersih dan kering.

6. Operasi Debriment

Operasi ini hanya dilakukan oleh dokter hewan. Agar kesembuhan dan penanganan dapat dilakukan dengan maksimal. Karena apabila terjadi kesalahan, bubul ayam tidak sembuh tetapi malah semakin parah. Tentu kita tidak ingin ini terjadi.

C. Pencegahan Bubul Ayam

Berbagai cara pengobatan di atas sudah diteliti dan dapat dipraktikkan. Hal yang harus sobat perhatikan juga adalah bagaimana pencegahan agar bubul ayam tidak kembali lagi. Pencegahan dapat dilakukan dengan selalu memperhatikan konstruksi kandang dan tempat beraktivitas. Hindarkan ayam dari bebatuan tajam yang dapat melukai telapak kaki.

Selain itu, kebersihan kandang ayam juga harus dijaga. Ini penting juga untuk mencegah berbagai penyakit bakteri dan virus yang dapat tumbuh. Contohnya seperti penyakit ND (Newcastle Disease) pada ayam.

Daftar Pustaka :

  • Hermana, N. S. P. 2020. Isolasi Gen Resistensi terhadap Antibiotika pada Staphylococcus aureus dari Peternakan Ayam di Jawa Barat (Doctoral dissertation, IPB University).
  • Hester, P. Y. 1994. The role of environment and management on leg abnormalities in meat-type fowl. Poult. Sci. 73:904-915.
  • Khusnan, W. P., dan Slipranata, M. 2014. Staphylococcus aureus Penghasil Pigmen Kuning yang Diisolasi dari Kejadian Bumblefoot pada Broiler Lebih Patogen Dibanding Penghasil Pigmen Putih. Jurnal Veteriner Desember, 15(4), 467-473.
  • Pajan, S. A. 2016. Potensi antibakteri air perasan bawang putih (Allium sativum L) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Pharmacon, 5(4).
  • Syahrurachman A, et al. 1993. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Edisi revisi. Binarupa Aksara.
Gigih Fikrillah S
Gigih Fikrillah S

Content writer yang tertarik dengan dunia digital. Suka hewan dan sayang kekasih.

Articles: 157

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *